Di Kecamatan Batulicin sepertinya merasakan hal itu, di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) ini, hanya 10 ton saja ikan per hari yang naik dari hasil nelayan ikan yang melaut, itupun kadang kurang.
Di musim normal, nelayan yang bongkar mencapai 20 ton per harinya, namun ombak besar telah mengurangi produksi ikan hasil tangkapan nelayan Kabupaten Tanbu.
Suryanto salah seorang staff PPI Kecamatan Simpang Empat, membenarkan terjadi penurunan tangkapan yang masuk ke pangkalan. Menurut dia, dasar penurunan karena cuaca yang kurang menguntungkan, hingga berdampak ikan hasil tangkapan nelayan berkurang. ``Faktor cuaca dan gelombang peyebabnya, sehingga intensitas nelayan yang melaut juga menurun,’’ ungkapnya.
Lebih jauh dijelaskan, pada kondisi normal ikan tangkapan nelayan sampai terjadi over produksi, ikan kelebihan hasil tangkapan bisa di pasarkan keluar daerah hingga sampai ke Banjarmasain.
``Namun, dalam kondisi seperti ini, kita tidak bisa melakukannya, karena untuk Kecamatan Simpang saja, hasil tangkapan tersebut pas-pasan,’’ ungkapnya.
Dalam kondisi normal para nelayan yang melaut, mereka mencari ikan sampai ke perairan laut Jawa, tetapi karena kondisi gelombang yang tidak bersahabat itu, mereka terpaksa hanya melaut disekitar perairan sebelah Kotabaru, yaitu di perairan Selat Makasar, perairan ini menurut mereka aman, sehingga konsentrasi nelayan terfokus pada perairan ini.
Ada ciri khusus ikan yang dibawa oleh nelayan dari perairan ini, jenis ikannya adalah ikan lajang. ``Sangat ketahuan, jika nelayan yang datang dari perairan ini, jenis ikannya pasti ikan lajang,’’ kata Suryanto, seraya menambahkan, bahwa nelayan yang membawanya juga bukan nelayan Tanbu, melainkan nelayan luar daerah yang membongkar ikannya di PPI Batulicin.
``Gelombang besar yang terjadi sekarang, sangat berdampak pada hasil tangkapan nelayan kita, sehingga pasokan ikan ke PPI juga mengalami penurunan sampai 50 persen, kalau cuaca baik ikan yang masuk antara lain ikan layang, ikan tongkol, kembung, dan ikan tenggiri,’’ pungkasnya (han/K-6)



