Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Banua Kita Tanah Bumbu Kasus DBD di Tanbu di Tutup-tutupi

Kasus DBD di Tanbu di Tutup-tutupi

E-mail Cetak PDF

Batulicin, KP - Penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu),  sepertinya ditutup-tutupi oleh Dinas Kesehatan setempat.
Padahal dari sejumlah laporan warga, penyakit yang banyak menyerang warga di beberapa kecamatan, termasuk Kecamatan Batulicin bukan chikungunya, melainkan DBD.

Herannya, penyakit ini tak disinggung oleh Dinas Kesehatan setempat, malah ada yang menyampaikan, penyakit yang banyak menyerang anak-anak adalah penyakit cikungunya, bukan penyakit DBD.

Seperti disampaikan Fadli, salah seorang warga di Kecamatan Simpang Empat, penyakit yang menyerang banyak anak, bukan penyakit cikungunya, melainkan penyakit DBD, namun dinas mempelintirnya, bahwa penyakit yang menyerang banyak anak dikatakan penyakit cikungunya. ``Mereka mengatakan seperti itu,’’ ujar Fadli.

Pernyataan Fadli, diperkuat dengan banyaknya pasien Rumah Sakit Amanah Husada, yang rata-rata datang, karena terserang demam cukup tinggi. RS bahkan tak mampu medeteksi penyakit tersebut, meskipun sudah dilakukan tes darah. Alhasil pasien diketahui positif DBD, setelah dirujuk ke RS di Banjarmasin, ternyata tes darah menunjukan positif DBD.

Pjs Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanbu, Budi, saat dikonfirmasi hal itu membantah, ia mengatakan, tidak ada istilah pelintir terkait dengan penyakit demam yang menyerang banyak anak di Kabupaten Tanbu, kalau DBD tentu ada hasil tes darah memastikan hal itu.

``Kalaupun juga seperti itu, kami tidak diam,   kami segera menurunkan tim survelan di tempat yang terindikasi ada nyamuk demam berdarah. Jika itu benar, tim ini akan turun yang meliputi bidang P2P, Bidang Promosi, bidang Kesling, dan bidang Yankes,’’ jelasnya.

Menurutnya, semua bidang bekerja untuk memformulasikan hasil temuan di lapangan yang selanjutnya dilakukan penanggulangan, yakni pada kawasan yang dinyatakan ada nyamuknya, selanjutnya dilakukan penyemprotan (fogging). ``Jadi tim bekerja sesuai dengan data dan temuan yang ada, karena itu jika dikatakan mempelintir atau mengalihkan isu tersebut, sangat tidak benar,’’ tambah Budi.

``Sekali lagi tidak benar, untuk itu kepada masyarakat jika ada warga meninggal akibat penyakit tersebut, segera laporkan kepada kami, kami punya tim untuk menanggulangi hal itu. Baru tadi, lantaran ada laporan masyarakat, warga terkena DBD, tim langsung turun dan melakukan penyemprotan pada titik-titik tersebut,’’ pungkasnya. (han/K-6)