Kamis (25/3), sekitar pukul 10.30 WITA mendatangai Kantor KPU setempat, Jalan Dharma Praja Komplek Perkantoran Gunung Tinggi.
Kedatangan ratusan massa tersebut, menggunakan truk dan pick up dengan membawa spanduk dan peralatan gamelan, dan tepat di depan halaman kantor KPU massa melakukan demo dan menggelar orasi. Lewat koordinator lapangan Irwansyah, megnatakan kantor KPU akan menjadi tidak transparan, sebab kantor tersebut terletak jauh sangat ke dalam, sehingga sulit diakses masyarakat yang ingin memantau kerja KPU menjelang Pemilukada nanti. Orasi Irwan ini, diiyakan rekan lainnya, sehingga suasana halaman KPU itu semakin ramai, meskipun cuaca cukup panas.
Tidak hanya itu, Irwan, juga mengatakan KPU sebenarnya belum layak pindah ke kantor yang baru, karena kantor yang baru minim fasilitas, termasuk listrik dan juga telepon. ``KPU belum layak pindah ke kantor yang baru itu, sebab fasilitas penunjang listrik dan telepon belum dimilki,’’ terang Irwan, dalam orasinya. Selain, dia juga menyampaikan bahwa jalan menuju kantor KPU belum diaspal, sehingga Irwansyah, meminta kantor KPU pindah ke tempat yang mudah dilihat dan diakses masyarakat. Lebih kurang satu jam mengadakan orasi, mereka akhirnya diterima untuk berdialog bersama ketua KPU beserta anggota yang lain.
Dalam dialog tersebut kedua belah pihak saling mengemukakan pendapatnya. Sekretaris KPU Dahliansyah S,Sos, bahkan sempat bersitegang dengan mengatakan, bahwa pemindahan kantor KPU Kecamatan Simpang Empat ke lokasi perkantorn Gunung Tinggi, karena mengacu pada tata tuang daerah. ``Selain itu, pemindahan itu juga menyangkut anggaran, jika tidak pindah, maka anggaran untuk membayar listrik dan telepon menjadi tidak ada, karenanya dengan kepindahan KPU ke daerah itu, biaya listrik dan telepon akan ada anggaranya,’’ ujar Dahliansyah balik menyerang.
Namun, setelah Ketua KPU Samsani angkat bicara, akhirnya perwakilan LKP3M yang diketua Irwansyah, dapat melemah, karena Samsani cukup bijak melihat permasalahan yang disampaikan LKP3M tersebut.
Dengan nada rendah ia menjelaskan, bahwa apa yang disampaikan oleh LKP3M tersebut akan disampaikan ke pemerintah daerah. ``Terpenting, mari kita sama-sama mengawal Pemilukada di Tanbu nanta, agar berjalan dengan aman dan lancer,’’ katanya.
Semua calon, lanjutnya, pasti menginginkan jangan sampai ada permasalahan, baik di tingkat KPU maupun di tingkat kecamatan dan desa. Kalau masih ada yang kurang, utamanya berkait dengan daftar pemilih, akan ditempel dan disosialisakan kembali ke kantor desa bahkan ke Polsek dan pos-pos Danramil di desa. ``Segera kami sampaikan Daftar Pemilih Tetap (DPT), meskipun nanti akan ada penambahan, karena bagi warga yang belum berumur 17 tahun, tapi pada tanggal 2 Juni nanti sudah berumur 17, maka daftar tersebut akan bertambah, demikian pula kepada TNI dan Polri yang sudah pension, maka akan ada penambahan jumlah pemilih,’’ terang Samsani.
Hingga tak lama setelah itu, para utusan pendemo pun keluar meninggalkan ruangan kantor KPU. Sebelumnya, langkah antisipasi adanya keributan puluhan aparat Polsek Kecamatan Batulicin dan Simpang Empat diturunkan untuk mengamankan demo tersebut. (han/K-6)



