Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Banua Kita Tanah Bumbu Bupati Lakukan Panen Padi Basmati

Bupati Lakukan Panen Padi Basmati

E-mail Cetak PDF

Batulicin, KP – Bupati Tanah Bumbu (Tanbu) HM Zairullah Azhar, bersama Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) setempat Ir, Edwar Turrahman, baru-baru tadi, melakukan panen perdana padi Basmati di Kecamatan Kusan Hilir.
Panen padi Basmati ini, adalah panen kedua setelah uji coba penangkarannya di Kecamatan Kusan Hulu beberapa waktu lalu, dan panen di wilayah itu, dilakukan bupati bersama isterinya Hj Wahyu Windarti Zairullah.

Di kesempatan panen di Kecamatan Kusan Hilir tersebut, bupati, tidak panjang lebar menyampaikan sambutannya, namun ia mengatakan, panen yang dilaksanakan sudah memberi kenyataan kepada para petani. Dalam satu hektare dapat menghasilkan 4 ton padi, kalau diuangkan satu hektare itu dapat mencapai 120 juta dolar harganya. ``Per hektare harganya bisa mencapai 120 juta dolar, kalau dikurskan dengan uang kita jadi berapa rupiah,’’ ujar Zairullah, seraya berharap, dengan berhasilnya panen perdana yang dilaksanakan di Kecamatan Kusan Hilir ini, mudah-mudahan  nasib petani akan lebih meningkat lagi.

Selain melakukan panen, Bupati Zairullah, berkesempatan melakukan penanaman kembali padi Basmati di lahan yang lain, serta memberikan bantuan bibit kepada para petani di Desa Mudalang Kecamatan Kusan Hilir.

Terpisah, Kadisnak Edwar Turrahman menjelaskan, selain melakukan ujicoba padi Basmati di Kecamatan Kusan Hulu yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, di Kecamatan Kusan Hilir juga tengah dilaksanakan penangkaran ujicoba yang sama. Penangkaran di kecamatan ini adalah seluas 100 hektare di sepanjang jalan dari Desa Kersik Putih hingga Desa Rantau Panjang.

Secara teknis ujicoba dan penangkaran ini, perlu beberapa kali untuk  mendapatkan hasil maksimal. ``Karenanya, ujicoba dan penangkaran ini terus dilaksanakan dan masih perlu waktu, utamanya guna mendapatkan hasil maksimal,’’ sebutnya.

Meski begitu, dia merasa puas, sebab dari dua tempat ujicoba dan penangkaran yang dilaksanakan, telah memberikan hasil, mekipun jika dihitung secara matematis belum mendekati. ``Namun, penyesuaian bibit dari tempat asalnya, ke tempat kita sepertinya sudah bisa menyesuaikan, karena itu kita tinggal menunggu ujicoba selanjutnya, yang pasti dari 100 hertare pertama ujicoba yang dilaksanakan di Kecamatan Kusan Hulu beberapa waktu lalu, dan ujicoba penangkaran di Kecamatan Kusan Hilir, sudah ada hasilnya.

Saat ditanya kenapa masaknya tidak merata, Edwar mengatakan, mungkin penanaman diselang dengan paritas local, sehingga ada yang masak dan  ada yang belum. ``Selain itu, untuk menghasilkan kualitas yang baik, perlu penyilangan dengan jenis paritas lokal,’’ pungkasnya. (han/K-6)