Batulicin, KP - Kecamatan Simpang Empat dan Batulicin, saat ini tengah dibanjiri oleh berbagai macam buah lokal.
Buah-buah itu, didatangkan dari berbagai tempat di Kalimantan Selatan, termasuk dari Loksado, Banjarmasin, Kalimantan Barat dan juga dari daerah itu sendiri.
Buah Durian, sepertinya lebih banyak terlihat, lantaran buah ini dijual terbuka dan terdapat di mana-mana, karena itu ketika berjalan di jalan raya di kawasan Kecamatan Simpang Empat dan Batulicin, yang terlihat pertama adalah buah ini, meskipun sebenarnya buah rambutan, manggis, langsat, kapul, cempedak, kasturi, nenas serta buah lokal lainya, juga terdapat di tepi sisi jalan, di jalan raya Ibu Kota Batulicin.
Harga buah durian ditawarkan bervariatif, buah paling berkelas untuk buah lokal ini, dijual mulai dari per biji sampai per ikat. Kalau per biji dijual sampai Rp60 ribu, namun harga sebesar itu biasanya musim buah belum begitu mulai, sehingga penjual cendrung menawarkan harga masih mahal.
Saat ini, buah lokal sudah banjir, praktis harga pun turun seiring banyaknya buah yang terus berdatangan dari berbagai tempat. Untuk suplai lokal, di Kecamatan Simpang Empat dan Batulicin buah durian berasal dari Salino Kabupaten Kotabaru.
Lupi, salah seorang warga Desa Barokah Kecamatan Simpang Empat menuturkan, tahun ini hampir semua tepi jalan dipenuhi para pedagang buah lokal. Buah-buah ini, dijual pedagang mulai dari yang pakai angkutan mobil pik up, sampai dihampar dan di jaja memakai kendaraan roda dua berkeliling kampung. ``Luar bisa, Batulicin tengah dibanjiri buah lokal, buah durian sebelumnya mahal, sekarang sudah turun harganya,’’ ungkap Lupi.
Selain durian dan jenis lainnya, ada lagi buah lokal yang juga digemari masyarakat Batulicin, buah itu yakni buah cempedak. Sayangnya buah yang mirip dengan buah nangka itu, bentuknya yang lonjong memanjang ini justru didatangkan dari Pontianak, sehingga ketersedian buah jenis ini sangat terbatas. Melihat dari permintaannya, buah cempedak tidak kalah dengan permintaan buah durian. Apalagi buah cempedak Pontianak isinya manis dan tebal, ditambah lagi dalamnya isinya kuning, sehingga buah ini laris manis terjual di Batulicin. ``Kalau cempedak Ponti isinya lebih tebal dibanding cempedak keluaran kita, harga cempedak Ponti ini per kilo dijual Rp10 ribu,’’ komentar lupi.
Pantauaan {{KP}}, di beberapa jalan protokol di Simpang Empat dan Batulicin, buah lokal betul-betul membanjiri pasar Batulicin, buah-buah ini didatang dari berbagai tempat, termasuk buah cempedak yang didatangkan dari Pontianak. (han/K-6)



