Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Banua Kita Tanah Laut Perkebunan Kelapa Sawit Semakin Meluas

Perkebunan Kelapa Sawit Semakin Meluas

E-mail Cetak PDF

Pelaihari, KP – Sejak lima tahun terakhir ini, perkembangan kebun kelapa sawit di Kabupaten Tanah Laut (Tala) terus saja meningkat, bukan saja di kelola oleh perkebunan besar yang sudah tidak asing lagi, tetapi juga dikelola oleh perkebunan kecil bahkan juga dikelola oleh masyarakat.

Kalau diawal tahun 2000 perkebunan kelapa sawit luasnya hanya sekitar 1500 hektare, namun tahun 2007 luas perkebunan kelapa sawit sudah mencapai sekitar 10.000 hektare, yang tersebar di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Jorong, Kintap, dan Kecamatan Batu Ampar.

 

Selain tiga kecamatan tersebut, perkebunan kelapa sawit juga telah dikembangkan, pada dua kecamatan, yakni Kecamatan Pelaihari dan Kecamatan Tambang Ulang, yakni lokasi bekas areal perkebunan tebu dan juga areal bekas plasma yang banyak terdapat di Desa Tebing Siring dan Desa Tanjung dan juga Desa Pulau Sari.

Kadis Perkebunan Tala Ir Fathurahman Said, saat ditemui sejumlah wartawan, di ruang kerjanya, belum lama tadi, mengatakan, pengembangan perkebunan kelapa sawit untuk tahun 2007 luasnya di rencanakan mencapai 2000 hektare yang terdiri dari 1500 hektare di luar lahan plasma dan 500 hektare di luar plasma.

Di samping di luar plasma, juga ada penanaman di beberapa desa, seperti Desa Asri Muliya Kecamatan Jorong yang luasnya 300 hektare, di mana di daerah tersebut ada perusahaan perkebunan. ``Sedang dana yang dipergunakan untuk pengembangan tanaman sawit tersebut, ada yang didukung dari APBN tetapi ada juga yang didukung dari dana APBD Kalsel dan juga APBD Tala,’’ ungkap Fathurahman, yang saat itu di dampingi dua orang stafnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, bantuan dana dari APBN tersebut berasal dari Direktur Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air (PLA) Departemen Pertanian yang besarnya Rp1,6 miliar.

Tetapi dana sebesar tersebut, bukan saja untuk pembuatan lahan perkebunan, tetapi untuk pembuatan sarana penunjang lainnya, seperti pembuatan sumur bor, pembuatan jalan usaha tani dan juga untuk pembuatan jembatan yang ada di lokasi-lokasi perkebunan.

Selain dana dari APBD kabupaten yang besarnya Rp1,2 miliar, yang akan dipergunakan untuk Saprodi, Pemprov Kalsel juga telah memberikan bantuan untuk pengembaangan 300 hektare.

Diperkirakan hingga 10 tahun ke depan, luas tanaman kelapa sawit di Tala nantinya akan mencapai 50.000 hektare dan dalam waktu dekat ini pula, ada perusahaan perkebunan yang akan membangun pabrik CPO, mengingat dalam 3 hingga 4 tahun mendatang, hasil produksi sawit di daerah ini, diperkirakan akan besar, pasalnya di areal plasma tebu akan berproduksi. (rin/K-6)