Sekolah tersebut, memang sangat diperlukan mengingat daya tampang sekolah formal lainnya dirasa sudah tidak mencukupi lagi. Berawal dari inisiatif warga pada tahun 2009 yang lalu, kemudian gagasan tersebut diungkapkan kepada salah seorang tokoh masyarakat Sungai Banta yaitu H Sarimin direspon positif.
Hal ini, sangat berarti dirasakan bagi masyarakat, karena beliau sangat mendukung berdirinya dengan mendermakan tanah seluas 2.500 m2 dalam bentuk wakaf/hibah. Kemudian dalam perjalanannya pembangunan MI kembali dapat perhatian seorang warga bernama Sutrisno dengan mewakafkan tanahnya seluas 452 m2 yang memang letaknya bersebelahan dengan tanah H Sarimin, sehingga luas tanah yang dimiliki MI Al Muhajirin menjadi 2.952 m2.
Wakil Bupati H Atmari, atas nama Pemkab Tanah Laut (Tala), sebagai kepala daerah sangat bangga dengan warga Sungai Banta karena mampu mencetuskan berdirinya MI yang sangat diperlukan tersebut.
Sebagai apresiasi terhadap inisiatif warga, Atmari, berupaya akan mendukung proses pembangunan MI ini dengan mempelajarinya lebih dalam dengan Bidang Kesra.
Mengingat letak MI berdekatan dengan salah satu perusahaan besar yaitu PT Arutmin, menurut Atmari, masyarakat tidak usah terlalu kuatir karena tidak mungkin PT Arutmin akan lepas tangan begitu saja. ``Di samping itu, selain PT Arutmin, juga banyak perusahan-perusahaan besar lainnya yang diharapkan dapat berpartisipasi membantu pembangunan MI ini,’’ tuturnya, saat memberikan sambutannya, pada peletakan batu pertama menandai dimulainya pembangunan MI tersebut, yang kemudian diikuti oleh Kakandepag Drs H Ariansyah, Manager PT Arutmin Dudi Sudrajat, camat Jorong, dan tokoh masyarakat setempat, belum lama tadi.
Terpisah, Manager PT Arutmin Dudi Sudrajat, ketika diwawancarai, mengamini apa yang dikatakan Wabup Atmari. Menurutnya, pihaknya juga akan menambahkan luas tanah wakaf yang ada, sehingga luasnya menjadi 5.200 m2. Di samping itu, pihaknya akan bekerjasama dengan panitia pelaksana pembangunan MI untuk program-program yang selanjutnya seperti operasional sekolah, guru-guru, anak didik, kurikulum dan sebagainya. ``Karena, hal tersebut adalah hal yang sangat penting,’’ katanya. (rel/K-6)



