Pelaihari, KP – Dampak baik Program Biogas yang memanfaatkan kotoran ternak sapi jadi sumber gas, yang saat ini digalakan di Kabupaten Tanah Laut (Tala) cukup tinggi, terbukti masyarakat kini semakin giat mencoba menerapkan biogas dari kotoran sapi tersebut.
Kepala Dinas Peternakan Tala Drh Soedarman menuturkan, biogas dari kotoran sapi ini, mempunyai dampak yang luar biasa terhadap petani tersebut, karena tidak saja keuntungan peternak terhadap hewan, kotoran sapi tersebut dapat dimanfaatkan. ``Dalam program ini, kita bekerjasama dengan Dinas Pertambangan setempat,’’ terangnya.
Pelaksanaan program ini, dilakukan setiap tahun dengan diterapkan di berbagai desa di Tala, di mana pada tahun 2011 ini, sebanyak 18 paket program biogas yang telah tersebar di desa yang terasa cocok untuk program biogas. ``Di tahun 2011 ini ada 18 paket,’’ ungkapnya.
Sementara proses pembuatan biogas ini, lanjutnya, memerlukan paling sedikit untuk 3 ekor sapi, guna memenuhi pasokan kotoran sapi untuk dilakukan proses biogas, dengan begitu teknologi biogas dapat dihasilkan menjadi energi api dan energy listrik. ``Untuk energy api layaknya seperti gas elpiji,’’ terang Soedarman.
Sebab, secara teknis sambungnya, kandungan gas yang dihasilkan oleh kotoran sapi tersebut, berfungsi sebagai sumber api atau gas, karena dalam kandungan methan yang terdapat pada kotoran sapi mencapai 70 persen, oksigen 10 persen dan kandungan lainnya.
``Kotoran sapi yang baru saja keluar, merupakan kandungan gas methan yang baik,’’ jelasnya.
Menurut Soedarman, untuk penerapan biogas yang difungsikan sebagai energy listrik, baru diterapkan di Kecamatan Tambang Ulang, terhadap Kelompok Tani Sari Tanai dan Bukit Panti, dengan bantuan social.
Ia berharap, terhadap 18 paket yang dilaksanakan ini, masih dalam tahap percobaan, dapat memberikan dampak yang lebih baik, sehingga bila perkembangan terlihat cukup baik, maka program pemanfaatan biogas ini akan dikembangkan lebih besar lagi.



