Peresmian secara simbolis tersebut, berlangsung di halaman SDN Rumintin 1 Kecamatan Tapin Selatan, Selasa (2/3), yang dihadiri para kepala sekolah SD dan MI yang menerima dana bantuan tersebut.
Bupati Tapin H Idis Nurdin Halidi, mengaku sangat bersyukur dan merasa bahagia, karena banyak sekolah di daerah ini bangunannya bagus-bagus dan sudah dianggap layak untuk melaksanakan proses belajar mengajar dan diharapkan dapat memacu semangat dan menambah mutu pendidikan.
``Saya merasa bahagia dan bangga, kini fisik bangunan sekolah di seluruh wilayah Tapin kondisinya sudah baik dan layak untuk melakukan kegiatan belajar mengajar, karena itu tolong dijaga dan dipelihara,’’ ujarnya.
Dijelaskannya, dalam beberapa tahun belakangan ini, Pemkab Tapin sudah berupaya untuk memenuhi anggaran pendidikan sesuai dengan UU pendidikan yaitu minimal 20 persen dari APBD.
``Dalam tiga tahun ini kita sudah anggaran dana pendidikan melebihi target yang diinginkan, dan untuk tahun 2010 ini, kita menganggarkan sebesar 25 persen dan hal ini belum termasuk yang ada di BKD yaitu dana pendidikan untuk guru-guru PNS di lingkungan Pemkab Tapin,’’ ungkap Idis menyakinkan.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Tapin H Ahmad Nabhani SPd melaporkan, bahwa peningkatan aksebilitas dan peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional, sehingga perlu dilakukan tindakan nyata dalam mewujudkan pembangunan sampai ke daerah-daerah terpencil sekalipun.
Dalam rangka menunjang program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, telah dilakukan berbagai upaya peningkatan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidayah (MI) dan upaya ini dilakukan untuk menunjang Standar Pelayanan Minimal (SPM) sekolah, dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dasar.
``Peningkatan mutu pendidikan, berhubungan erat dengan pendayagunaan fasilitas sekolah yang salah satu indikatornya, dapat dilihat dari kondisi fisik bangunannya, sarana dan prasarana sekolah, serta sarana pendidikan dan penunjang lainnya,’’ sebut H Ahmad.
Ditambahkannya, bahwa sekolah yang menerima dana yang bersumber dari DAK tahun 2009 adalah sebanyak 80 buah SD/MI dan alokasi dana setiap sekolah penerima DAK jumlahnya bervariasi disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan sekolah. ``Seluruh dana tersebut, digunakan untuk menangani pembangunan/rehabilitasi ruang kelas, pembangunan perpustakaan, dan meubelier sekolah,’’ pungkasnya. (ari/K-6)



