Untuk mengetahui terdapatnya virus di tubuh ternak sapi tersebut, Dinas Perikanan dan Peternakan setempat langsung melakukan antisipasi dini.
Hal itu, diketahui setelah adanya hasil positif tes penyebab kematian binatang ternak sapi dari Badan Pemeriksaan Kesehatan Hewan di Banjarbaru, beberapa waktu lalu.
``Rata-rata, sapi yang mati adalah sapi droffing dari luar daerah yang dikirim ke Kalsel. Dalam hasil tes sapi tersebut, didapati sapi positif terjangkit virus Jembrana,’’ ungkap Kasi Kesehatan Hewan pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tapin, Rahmadi SPt, yang di dampingi Kasi Pusat Kesehatan Hewan, drh M Tri Asmoro, kepada wartwan, belum lama tadi, di Rantau.
Menurut Rahmadi, sesuai dengan namanya virus Jembrana, virus yang berasal dari salah satu desa di Pulau Bali tersebut, telah diketahui menyerang ternak sapi di Kabupaten Tapin, walaupun diketahui hasil tes datang telat, karena memerlukan proses pengidentifikasian yang cukup alot dan lama. Namun, pihaknya tetap melakukan pencegahan dengan memberikan vaksinasi Jembrana.
``Caranya dengan menyuntikan vaksin tersebut, sebanyak 3cc tiap satu ekor sapi,’’ katanya, usai melakukan peninjauan di lapangan.
Dijelaskannya, ciri-ciri sapi yang terkena virus jembrana, pada umumnya sapi berkeringat darah dan gusi berdarah, dan penularan virus jembrana itu sendiri hanya menyerang sapi yang bukan PU (Peranakan Unggul).
``Kebanyakan virus ini menyerang sapi Bali dan keturunannya Virus ini juga tidak menyerang manusia,’’ terangnya.
Sementara itu, Kasi Pusat Kesehatan Hewan, M Tri Asmoro menambahkan, terkait penyediaan vaksin, pihaknya mengaku cukup untuk stok vaksin. Dari Pemkab dana APBD pihaknya dapat sumbangan 200 dosis (4 botol), dan dari provinsi dapat vaksin sebanyak 8 botol atau 400 dosis.
``Untuk satu botolnya, diperkirakan cukup untuk menyuntik 50 ekor sapi, pemberian vaksin itu sendiri, masyarakat mendapatkan potongan 50 persen. Namun untuk disinfektan dibagikan gratis secara cuma-Cuma,’’ katanya.
Dikatakannya, harga satu vaksin yang tergolong mahal dengan kisaran harga Rp1 juta untuk tiap botolnya. Pihaknya akan mengutamakan memberikan vaksin di daerah yang rawan tertular virus Jimbrana asal Bali ini.
Hingga saat ini, lanjut Asmoro, pihaknya terjun langsung ke lapangan dengan memberikan suntikan sebanyak 350 ekor sapi di setiap daerah, pada populasi sapi yang rentan terkena virus jembrana di Tapin mencapai 400 ekor lebih. (ari/K-6)



