Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> Banua Kita Tapin Pakan Salah Satu Kendala bagi Peternak Ikan

Pakan Salah Satu Kendala bagi Peternak Ikan

E-mail Cetak PDF

Rantau, KP - Salah satu kendala dan tantangan bagi peternak ikan yang dihadapi selama ini, adalah kurang tersedianya pakan yang memenuhi kandungan gizi yang cukup.
``Biasanya untuk tersedianya pakan bagi peternak ikan, maka menyedot dana yang banyak dan harus mempunyai modal yang kuat adalah tersedianya pakan yang cukup,’’ terang Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Tapin, yang diwakili oleh Sekretaris Ir Taupikurrahman, saat membuka pelatihan pengolahan pakan ikan yang berlangsung di aula Disnakan setempat, belum lama tadi, di Rantau.
Menurutnya, pakan ikan yang baik dan cukup kandungan gizinya sangat mempengaruhi tingkat pertumbuhan ikan yang dipelihara, maka untuk itu petani ikan harus bisa memperhitungkan dan menyediakannya yang cukup.
Dalam kesempatan itu, ia mengatakan bahwa target Indonesia tahun ini adalah sebagai penghasil ikan terbesar di dunia, maka untuk itu semua daerah yang berpotensi dalam pengembangan perikanan diupayakan untuk dapat menghasilkan ikan. ``Target kita pada tahun 2011, untuk Kabupaten Tapin sebesar 1.000 ton ikan dan sekarang baru tercapai 300 ton,’’ ungkapnya, yang dalam pelatihan ini bekerjasama dengan PT.Kalimantan Prima Persada Kabupaten Tapin.
Dijelaskannya, bahwa untuk biaya pakan ikan memang diakuinya cukup tinggi, maka petani diharapkannya dapat menyikapinya dengan mengolah pakan ikan yang murah, namun mencukupi kandungan gizinya. ``Melalui pelatihan ini, kita harapkan petani ikan dapat mengolahnya dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan akan makanan ikan yang dibutuhkan,’’ tandasnya.
Sementara itu, perwakilan PT.KPP Sagung Swandono selaku Kabag Human Resouce Personel General Affair mengatakan, bahwa pihaknya tidak ingin maju dan berkembang sendiri di daerah ini, tetapi juga maju bersama dengan warga masyarakat setempat khususnya dalam usaha. ``Kami tidak ingin hanya perusahaan kami maju dan berkembang, tetapi inginnya maju dan berkembang bersama-sama dengan masyarakat setempat,’’ ujarnya.
Sedangkan Riza Rosadie S.St.Pi selaku penyampai materi mengatakan, melalui pelatihan ini diharapkan petani khususnya petani ikan dapat memecahkan kendala untuk mendapatkan pakan ikan yang murah dengan menggunakan bahan baku lokal.
``Pakan adalah makanan untuk ikan, dan pengolahan pakan harus diperhatikan antara lain adalah fungsi pakan, syarat-syarat pakan, zat-zat yang diperlukan, bahan makanan yang menggangu, berbagai macam bahan makanan dan cara menghitung komposisi bahan makanan,’’ sebutnya.
Sebelum bahan baku dijadikan pakan, maka perlu terlebih dahulu bahan tersebut diolah melalui proses penepungan.
``Setelah menjadi tepung, maka bisa kita lakukan penyimpanan atau langsung diramu menjadi pakan berupa pellet atau pasta,’’ pungkasnya.
(ari/K-6)