• Hari ini : Jumat, 19 Januari 2018

Barito Selatan Tolak Full Day School

BELUM COCOK - Profil murid Sekolah Dasar di Barito Selatan yang menurut Kadisdikbud setempat HR Sudarto masih belum cocok untuk penerapan sistem Full Day School. (KP/ilustrasi)
BELUM COCOK – Profil murid Sekolah Dasar di Barito Selatan yang menurut Kadisdikbud setempat HR Sudarto masih belum cocok untuk penerapan sistem Full Day School. (KP/ilustrasi)

BUNTOK, KP – Karena dirasa kurang cocok dengan kondisi daerah, nampaknya wacana dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy terkait sekolah sehari penuh atau Full Day School untuk SD dan SMP itu di Barito Selatan, indikasinya bakal ‘ditolak’.

Penolakan itu bukan tanpa sebab, pasalnya, sistem tersebut dinilai hanya cocok diterapkan disekolah-sekolah yang ada di kota besar dan maju. Sementara untuk kabupaten Barito Selatan merupakan daerah yang masih  berkembang dirasa belum cocok.

Penegasan tersebut seperti diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Barito Selatan HR Sudarto kepada Kp dikantornya, Sabtu (13/8).

“Karena di Barito Selatan banyak daerah pedesaan, oleh sebab itu kami menilai konsep Full Day School masih belum cocok,’’ ucap HR Sudarto akrab disapa Haji Alek tersebut.

Dikatakannya, kalau untuk Dinas Pendidikan sendiri tidak masalah karena apapun program dari pusat harus dilaksanakan. Namun karena hanya  berupa wacana, jadi perlu pengkajian yang lebih mendalam dahulu terkait hal itu.

“Kondisi infrastruktur dan fasilitas sekolah di Barsel tidak ada yang cocok untuk konsep Full Day School. Hal itu cukup berat dilaksanakan, apalagi bila  mengingat  tanggungjawabnya bukan hanya guru saja, tapi peran orang tua pun sangat penting,’’ katanya ber-argumen.

Sementara itu Tamarzam, ketua DPRD Barsel, secara tegas menyatakan  tidak setuju dengan ide Full Day School yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

“Sangat tidak setuju, karena ini bukan Jakarta, Bandung atau Surabaya. Ini Kalimantan Tengah yang daerahnya masih dalam taraf berkembang. Kalau untuk kota-kota besar di pulau Jawa mungkin  ya, karena fasilitas dan layanan sekolah mereka sangat memadai,’’ tegas ketua DPRD Barito Selatan asal PDI-P tersebut.

Kendati demikian, Tamarzam mengimbau kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk tetap mengkaji terhadap gagasan Mendikbud Muhajir Effendy tersebut. Pasalnya dia menilai wacana itu cukup baik untuk meminimalisir “waktu” para generasi penerus sehingga tidak ada waktu luang untuk berbuat hal-hal yang tidak berkenan. (adi/K-8)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua