• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Batola Kembali Raih Sertifikat Adipura

TERIMA PENGHARGAAN – Wabup Batola H Ma’mun Kaderi, saat menerima penghargaan sertifikat Adipura bidang lingkungan dari Menteri LH Siti Nurbaya, dan berkesempatan berfoto bersama dengan jajarannya. (KP/Ist)
TERIMA PENGHARGAAN – Wabup Batola H Ma’mun Kaderi, saat menerima penghargaan sertifikat Adipura bidang lingkungan dari Menteri LH Siti Nurbaya, dan berkesempatan berfoto bersama dengan jajarannya. (KP/Ist)

Marabahan, KP – Kabupaten Barito Kuala (Batola) tahun 2016 ini, kembali meraih penghargaan Adipura. Penghargaan yang sama juga telah ditorehkan Batola pada 2015 lalu. Penganugerahan di bidang pengelolaan lingkungan ini, diterima langsung Wakil Bupati H Ma’mun Kaderi dari Menteri Lingkungan Hidup (LH), Siti Nurbaya Bakar, pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016, di Lapangan Istana Kabupaten Siak Sri Indrapura, Riau, Jumat (22/7) malam.

Penghargaan dalam bentuk sertifikat yang diterima Batola ini, bersamaan dengan 36 kota dan kabupaten lainnya ditambah 9 penerima plaket, termasuk penerima kategori terminal, hutan kota, serta tempat pemrosesan akhir (TPA) seperti Martapura.

Selain menyerahkan penghargaan Adipura, Siti Nurbaya juga menyerahkan penghargaan 16 sertifikat Kalpataru, 86 Adiwiyata Mandiri, dan 3 trophy Norwasita Tantra. Menteri LH Siti Nurbaya mengatakan, penghargaan diberikan sebagai wujud apresiasi kepada para pejuang lingkungan, pimpinan daerah yang berhasil dalam pengelolaan lingkungan di daerah, serta sekolah/guru peduli lingkungan. Siti Nurbaya menyatakan, pihaknya akan terus berusaha melakukan peningkatan dalam upaya perbaikan pengelolaan kawasan lingkungan Indonesia.

“Yang membagakan kita saat ini, adanya perhatian dan antusias seluruh daerah termasuk para pihak dan masyarakat, terhadap lingkungan cukup tinggi,’’ katanya. Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga memberikan penghargaan bagi kabupaten kota yang menerima penghargaan Adipura Paripurna, Buwana, dan Kirana.

Selain itu, juga diserahkan penghargaan Kalpataru, Nirwasita Tantra, serta Adiwiyata Mandiri. Wapres JK mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi kepada seluruh pejuang lingkungan. Ia berharap, penghargaan yang diraih dapat menginspirasi dan mendorong perbaikan kualitas lingkungan hidup oleh seluruh masyarakat, serta bermanfaat bagi generasi mendatang.

Wapres dalam sambutannya mengingatkan, agar Indonesia terhindar dari `kutukan sumber daya alam’, di mana sebuah negara yang kaya akan sumber daya alam justru mengalami bencana akibat pengelolaan lingkungan hidup yang tidak tepat. JK mengatakan, lingkungan hidup sudah berubah maka kehidupan juga berubah.

“Dulu kita memiliki gading gajah dan kulit harimau adalah kebanggaan, sekarang menjadi musuh dunia,’’ katanya. Terkait dengan tema HLH 2016, JK meyampaikan apabila tumbuhan dan satwa baik, lingkungan hidup akan baik maka kehidupan akan baik pula.

Dalam kesempatan itu, Menteri LH Siti Nurbaya menyatakan, sangat penting dalam menumbuhkan semangat juang dan inspirasi bagi seluruh pemangku kepentingan LHK. Untuk itu, pemerintah memberikan apresiasi kepada individu maupun kelompok masyarakat yang menunjukan kepeloporan dan memberikan sumbangsihnya bagi upaya-upaya pemeliharaan fungsi lingkungan hidup dalam bentuk penghargaan Kalpataru.

Penerima penghargaan Kalpataru kategori perintis lingkungan diberikan kepada Mbah Sadiman dari Dusun Dali Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah dan Dr Gamal Albinsaid dari Kota Malang Provinsi Jawa Timur. Diberikan juga penghargaan Kalpataru untuk kategori pengabdi lingkungan, penyelamat lingkungan dan pembina lingkungan. (adv/K-6)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua