• Hari ini : Kamis, 24 Mei 2018
  • 28 C

Bawang Merah Sulawesi Kuasai Pasar

Harga bumbu dapur para ibu-ibu rumah tangga seperti bawang putih dan merah harganya naik dalam sepekan ini baik dari tingkat distributor besar hingga para pengecer pasar tradisional.

BANJARMASIN, KP – Bawang merah asal Sulawesi menguasai pasar tradisional Banjarmasin dalam satu bulanan ini ditengah masih tingginya harga bawang merah yang dijual hingga mencapai Rp40 ribu per kilo.

Dari pengakuan para pedagang Pasar Lama dan Teluk Dalam, Rabu (25/4) bawang yang paling banyak dijual disini adalah bawang asal Sulawesi karena bawang ini masuk ke Banjarmasin sedangkan bawang asal Jawa dan Bima NTB belum memasuki masa panen.

Anti penjual bawang di Pasar Lama menjelaskan, sejak awal bulan harga bawang merah masih bertahan tinggi dijual Rp40 ribu per kilo dari harga normalnya hanya Rp25 ribuan per kilonya.

Bertahan dan naiknya harga bawang merah karena pasokan yang terbatas hanya dari Sulawesi sedangkan bawang asal Bima yang biasanya menguasai pasar saat ini sedangkan kosong termasuk bawang asal Jateng dan Jatim.

Naiknya harga bawang merah dimulai sejak dari Pasar Lima untuk harga bawang merah kondisi kotor dijual Rp32 ribu per kilo per karungnya.

Disebutkan, jika pasokan bawang asal Bima dan Jawa belum normal dan masuk hingga jelang bulan Ramadhan tiba maka harga bawang merah asal Sulawesi ini dipastikan akan melonjak dari harga sebelumnya.

“Naiknya harga bawang merah juga diikuti dengan naiknya harga bawang putih yang dijual sekitar Rp35 ribu per kilonya dan harga bawang ini akan kembali jelang bulan Ramadhan karena permintaan bawang dibulan keagamaan sangat tinggi,” tambah Ipai penjual bawang Pasar Teluk Dalam.

“Alhamdulillah meskipun harga bawang merah dan putih naik daya beli masih bagus,” lanjutnya.

Hj Olfah Distributor asal Pasar Lima, menyebutkan naiknya harga bawang putih asal China info dari importir Pulau Jawa karena mulai mengalami gagal panen dinegara tirai bambu .

“Alhamdulillah meskipun harga bawang putih naik namun permintaan masih sangat stabil tidak ada order permintaan yang turun baik dari Kalteng maupun Hulu Sungai yang cukup banyak permintaannya,” lanjut Hj Olfah.

“Saat ini yang membanjiri pasar Banjarmasin adalah bawang asal Sulawesi sedangkan bawang Makassar dan Bima masih sedikit karena kondisi anomali cuaca saat ini, sedangkan bawang asal Bima yang paling disukai warga banua belum masuk samesekali,” kata H Maman distributor bawang asal Bima.

Romli penjual soto dikawasan Brigjen Hasan Basri mengeluhkan naiknya kedua bawang ini hingga berlipat-lipat naiknya dari distributor hingga para pengecer karena kedua bumbu dapur ini kebutuhan mutlak bagi dirinya, apalagi jelang Ramadhan nanti harganya akan naik kembali. (hif/K-7)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua