• Hari ini : Selasa, 17 Juli 2018

BBM Hasil `Kencing’ di Kapal Tugboat

HASIL TANGKAPAN – Direktur Dit Reskrimsus Polda Kalsel, Kombes Pol Anjar Wicaksono (tengah), jelaskan hasil tangkapan BBM, Senin (8/8). (KP/Aqli)
HASIL TANGKAPAN – Direktur Dit Reskrimsus Polda Kalsel, Kombes Pol Anjar Wicaksono (tengah), jelaskan hasil tangkapan BBM, Senin (8/8). (KP/Aqli)

BANJARMASIN, KP – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar hasil `kencing’ (ambil, red) dari kapal tugboat dan dibawa pakai mobil tangki, diamankan anggota Dit Reskrimsus Polda Kalsel.

Dari keterangan, Senin (8/8), yang kini ada tiga unit mobil, yang perbuah berisi 5000 liter solar, dan diamankan itu atas dugaan melalkan niaga ilegal.

“Atas perbuatan melakukan kegiatan usaha penyimpanan pengangkutan dan niaga BBM tanpa ilegal, maka para tersangka dijerat pasal 53 huruf B dan C dan D Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001, tentang Migas,’’ kata Direktur Dit Reskrimsus Polda Kalsel, Kombes Pol Anjar Wicaksono, kepada awak media, kemarin.

Menurut Kombes Pol Anjar, didampingi Panit I Subdit IV Tipiter Dit Reskrimsus, Kompol Slamet Ari Wibowo, Ketiga unit mobil tangki itu diamankan pada dua tempat berbeda.

Pertama, mengamankan satu unit mobil tangki warna biru  bertuliskan PT Bandar Sri Bengawan berisikan 5000 liter solar di kawasan Jalan Trans Kalimantan Handil Bhakti Kecamatan Alalak.

Dari hasil penyelidikan ternyata mobil tangki itu angkut solar yang akan dibawa ke Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah untuk tambang emas.

Pemilik BBM yang menjadi tersangka berinisial JN, warga Jalan Sukomoro Gang II Rt 01 Kelurahan Landasan Ulin Kecamatan Liang Anggang Banjarbaru.

“Mobil tangki DA 1456 BV yang membawa 5000 liter disita itu diproses lebih lanjut untuk dijadikan barang bukti,’’ kata Kombes Pol Anjar .

Selanjut dua unit mobil tangki warna biru yang masing-masing berisi 10000 liter BBM solar dengan nopol DA 1125 PA dan DA 1234 PA, diamankan di kawasan Jalan Lingkar Utara Km 17 Gambut Kabupaten Banjar

Dari mobil tangki itu bertuliskan PT Cahaya Gunung Makmur, dan tersangkanya berinisial  MK warga Jalan Kelapa Gading Rt 01 Kelurahan Sungai Besar Kecamatan Banjarbaru dengan tersangka masing-masing berinisial JN dan MK.

Dikatakan Anjar, BBM ilegal itu mereka dapat selain di tugboat juga pada sejumlah armada truck, dibeli dengan harga Rp5000 perliter dan akan dijual ke daerah tambang sebesar Rp5500 perliternya.

“Untuk tersangka JN mengaku BBM didapat dari truck, sedangkan untuk MK didapat di wilayah Alalak Berangas dari tugboat, hasil `kencing’,’’ ujarnya lagi.

Dari mobil iti, dua unit berisi 10000 liter solar rencana akan dibawa ke Sungai Puting. (K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua