• Hari ini : Senin, 23 Juli 2018

Beban Cetak Sawah Bertambah Lagi

Banjarbaru, KP – Tugas yang harus diemban jajaran prajurit Korem 101/Antasari membuka lahan atau cetak sawah.
Bersama dengan pemerintah daerah dan masyarakat, prajurit TNI bahu membahu menyiapkan lahan seluas 4.000 hektare sebagaimana yang ditargetkan Menteri Pertanian, AndiAmran Sulaiman untuk menunjang pelaksanaan Hari Pangan Sedunia (HPS).
Saat ini, di kawasan Desa Jejangkit Kabupaten Batola, prajurit TNI dan pemerintah daerah sedang berjibaku untuk merealisasikak target yang dikehendaki menteri tersebut.
Siang malam para pekerja disiapkan untuk menebas rumput dan membersihkan lahan.
Belum juga tugas berat yang menguras tenaga dan pikiran ini selesai, prajurit TNI kembali diberikan beban program mencetak 100 hektare sawah di Desa Sungai Landung, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
“Dua pekerjaan ini harus pararel berbarengan dikerjakan. Karena sama-sama dibatasi waktu.
Yang di Jejangkit Oktober sudah beres, sedangkan yang 100 hektare Desember.
Tidak bisa jika menunggu pekerjaan yang 100 hektare setelah Oktober,’’ tegas Kepala Satuan Komando Daerah Militer (Kasdam) VI Mulawarman, Brigjen TNI Teguh Putdjo Rumekso, Rabu (11/7) usai MoU cetak sawah di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalsel.
Ada dua beban tugas yang harus diselesaikan, lanjut Kasdam, maka prajurit TNI akan dibagi penugasan.
Meski begitu, ia memastikan jumlah personil di Kalsel mencukup untuk menyukseskan program tersebut.
“MoU cetak sawah tahun ini hanya 100 hektare, tahun kemarin 1.175 hektare.
Mungkin karena ditambah dengan yang di Jejangkit jadi di tempat lain berkurang,’’ urainya.
Pria yang juga menjabat Pengawas Kegiatan cetak sawah ini mengakui, waktu penyelesaian program semakim sempit.
Sehingga, ia berpesan kepada seluruh jajaran untuk mengerjakan dengan serius.
Hari demi hari, ujarnya, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ia juga menitipkan pesan, alat berat yang berjumlah 37 unit untuk membuka cetak sawah tidak boleh berhenti bekerja.
“Orangnya boleh berhenti bekerja, alatnya tetap bekerja,’’ pesannya.
Sementara, Kepala TPH Kalsel, Fathurrahman menambahkan, pihaknya mendapatkan tugas tambahan berupa cetak sawah 100 hektare di Kabupaten Banjar.
Di samping pekerjaan rumah 3.250 sisa di Jejangkit.
Namun, lanjutnya, dengan kebersamaan semua pihak ia optimis bisa menyelesaikan seluruh kegiatan itu.
“Yang 100 hektare bagian tak terpisahkan dari perluasan pertanian.
Yang di Jejangkit namanya optimalisasi lahan, yang tadinya tanam sekali setahu jadi dua kali, yang tadinya belum ditanami sekarang ditanami. Sedangkan yang 100 hektare pemanfaatan lahan.
Di sana perlu perlakuan khusus karena tidak sembarang varian yang bisa ditanam,’’ kata pria yang juga menjabat Wakit Ketua Harian HPS 2018 ini.(mns/K-2)

 

 

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua