• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Beroperasi 24 Jam, Bus Salawat Haji Ada Setiap 120 Meter

Bus salawat untuk jemaah haji Indonesia, saat berada di Kota Mekah.

Mekkah, KP – Pelayanan bus salawat yang merupakan transportasi utama bagi jemaah haji Indonesia saat berada di Kota Mekah, Arab Saudi, mulai disimulasikan jalurnya pada Selasa (1/8).

Simulasi bus rencananya dilakukan dengan mendatangi 11 halte letaknya berdekatan dengan hotel-hotel yang dihuni jemaah. Tapi pagi ini, simulasi dilakukan di lima halte.

Sisanya akan disimulasikan pada sore hari. Konjen RI Jedah, Mohamad Hery Saripudin, memimpin jalannya simulasi.

Ikut mendampingi Kasubdit Transportasi Haji Kemenag, Subhan Cholid dan Kasatops Armina Kolonel Jaetul Muchlis.

Pagi ini, simulai menggunakan tiga bus salawat milik perusahaan Saptco yang spesifikasi sudah ditingkatkan. Hal ini, guna meningkatkan kualitas layanan transportasi jemaah haji Indonesia.

Pengecekan halte dimulai dari halte 1 yang berada dekat pemondokan di Aziziah, kemudian bergerak menuju halte yang berada Jamarat dan ke halte berikutnya yang berada di Mahbas Jin dan Bab Ali.

“Alhamdulilah, saya merasakan kenyamanan. Secara umum busnya baik, ac juga baik. Saya pastikan layanan transportasi sudah siap,’’ katanya, Selasa (1/8).

Sementara itu, menurut Kasubdit Transportasi Haji Kemenag, Subhan Cholid, bus salawat dipastikan akan memberi pelayanan selama 24 jam kepada jemaah saat berada di Kota Mekah.

Jarak bus satu dengan bus lain, dipastikan akan hanya sekitar 120 meter.

Karena itu, jemaah tidak perlu menunggu lama bila ingin menggunakan bus salawat.

Penggunaan kartu dengan warna berbeda dan nomor berbeda akan memudahkan jemaah mengingat bus yang mengarah ke dekat tempat pemondokan mereka.

1. Bus 1: warna biru akan melintasi Aziziah Janubiah dan Jamarat.
2. Bus 2: warna kuning akan melintasi Aziziah Symaliah 1 dan Jamarat.
3. Bus 3: warna merah akan melintasi Aziziah Syimaliah 2 dan Jamarat.
4. Bus 4: warna putih akan melintasi Jamarat, Mahbas Jin dan Bab Ali.
5. Bus 5: warna biru akan melintasi Syisyah dan Syib Amir
6. Bus 6: warna ungu akan melintasi Syisyah Raudah dan Syib Amir.
7. Bus 7: warna hijau akan melintasi Syisyah 1 dan Syib Amir.
8. Bus 8: warna abu-abu akan melintasi Syisyah 2 dan Syib Amir.
9. Bus 9: warna merah jambu melintasi Raudhah dan Syib Amir
10. Bus 10: warna hitam melintasi Bibab/Jarwal dan Syib Amir.
11. Bus 11: warna cokelat melintasi Misfalah/ Nakkasah dan Rea Bakhas/ Jiad.

Ada yang berbeda pada bus salawat tahun ini. Seluruh bus telah dipercantik dengan dipasang stiker promosi Indonesia.

Dengan pemasangan ini, diharapkan jemaah dapat mengenal dengan cepat bus yang dikhususkan bagi jemaah Indonesia itu.

Bus salawat yang digunakan tahun ini, juga telah ditingkatkan kapasitasnya.

Bus yang digunakan produksi tahun 2009, 2013 dan 2016. Spesifikasi bus paling tua produksi tahun 2009 untuk merek Mercy, serta 2013 sampai 2016 untuk bus keluaran China.

Khusus bus salawat dapat menampung 75 jemaah dengan tempat duduk sebanyak 35 kursi untuk jemaah.

Dengan jumlah kapastitas bus yang besar ini, dipastikan tidak ada jemaah yang terpisah dari rombongannya.

Bus salawat akan diberhentikan pada  6-13 Dzulhijjah karena seluruh armada dipersiapkan untuk layanan Armina.

Kemudian, untuk layanan transportasi Armina, sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Arab Saudi, yang dilaksanakan oleh Naqabah Amma Lissayyarat dengan empat rute layanan.

Mekah – Arafah, Arafah – Muzdalifah, Muzdalifah – Mina dan Mina – Mekah.

Jemaaah Sudah Masuk Madinah

Hari keempat kedatangan jemaah calon haji gelombang pertama, tercatat lebih dari 21 ribu jemaah sudah berada di Madinah.

Rilis data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) menyebutkan, total ada 52 kloter sudah mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, sampai dengan Senin waktu setempat, 31 Juli 2017.

Sebanyak 16 kloter diperkirakan akan kembali tiba di Madinah sampai dengan Selasa sore, 1 Agustus 2017. Mereka berasal dari 8 embarkasi.

Kloter 12 sampai 14 embarkasi Solo (SOC 12, SOC 13, dan SOC 14), kemudian kloter tujuh dan delapan embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG 07 dan JKG 08), kloter dua embarkasi Batam (BTH 02), kloter tiga Embarkasi Balikpapan (BPN 03).

Kemudian, ada kloter 11 sampai 13 embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS 11, JKS 12, dan JKS 13), kloter dua embarkasi Banjarmasin (BDJ 02), kloter dua belas sampai lima belas Embarkasi Surabaya (SUB 12, SUB 13, SUB 14, dan SUB 15) dan kloter lima Embarkasi Medan (MES 05).

Masjid Nabawi Sediakan Kursi untuk Shalat

Selain menyediakan rak untuk penyimpanan sandal di setiap pintu masuk, Masjid Nabawi juga menyediakan air minum zam-zam dalam dua jenis, baik yang dingin maupun yang netral.

Selain itu, Masjid Nabawi juga menyediakan fasilitas ibadah untuk jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Kursi roda misalnya, tersedia di banyak pintu gerbang masuk, dan kursi lipat juga tersedia dalam jumlah bahkan mencapai ribuan di berbagai tempat. Fasilitas ini memang sangat membantu jemaah.

Zam-zam misalnya, banyak dimanfaatkan jemaah haji untuk sekedar minum di tempat dan bahkan untuk dibawa dengan botol mereka ke pemondokan.

Tidak jarang pula ada jemaah yang mengisi ‘sprayer’ dengan air zam-zam. Air minum dan penyemprot wajah memang sangat penting bagi jemaah, mengingat saat ini cuaca Madinah sangat panas.

Menurut data Siskohat, jemaah haji Indonesia untuk tahun ini yang berusia 61 tahun ke atas mencapai 52.746 orang atau sekitar 26 persen.

Bagi jemaah haji udzur dan berusia lanjut yang sedang berada di masjid Nabawi tidak perlu khawatir.

Mereka dapat memanfaatkan kursi roda dan kursi lipat dengan leluasa. Bahkan, kursi roda juga bisa dibawa masuk ke dalam masjid.

Jemaah yang tidak kuat berdiri terlalu lama saat sholat berjamaah, juga dapat menggunakan kursi lipat yang banyak tersedia.

Tentu jemaah harus mengembalikan kursi lipat yang telah dipakainya ke tempat semula.

Dengan ketersedian berbagai fasilitas di Nabawi, semoga dapat membantu jemaah haji beribadah lebih nyaman dan khusyuk. (net/K-2)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua