• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Bersihkan Narkoba!!!, Lapas Banjarmasin Digeledah

BANJARMASIN, KP – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Teluk Dalam Banjarmasin, secara mendadak digeledah oleh Satgas Kamtib Wilayah dan Satgas Kamtib Direktorat Jendral (Ditjen) Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Pusat, Rabu malam (2/8) dari pukul 23.00 WITA, hinga Kamis dinihari 3/8).

Bahkan tak hanya para narapidana, rungan atau blok sel yang digeledah. Namun para petugas sipirpun tak luput ukut diperiksa.

Alasannya bisa kemungkinan para napi ada menitip barang terlarang kepada para sipir atau petugas lapas lainnya.

“Kalau mau aman, petugas juga harus digeledah. Sebab, dalan penggeledahan di sel kami menemukan ada bekas bungkusan shabu, peratan untuk nyabu, HP dan sejumlah barang bukti lainnya,’’ kata Togar Effendy, yang memimpin tim dari pusat itu, kepada awak media.

Ia mengajak agar stigma penjara merupakan `surganya’ bagi para bandar, pengedar dan pengguna narkoba bisa dibuang jauh-jauh.

“Itu jika para petugas benar-benar mendedikasikan dirinya agar Lapas Teluk Dalam Banjarmasin tak lagi dituding sebagai sarang peredaran narkoba,’’ tegasnya.

Saat itu, ratusan petugas gabungan, yang turut serta Kepala Lapas Banjarmasin, Hendra Eka Putra melakukan penggeledahan dengan teliti.
Barang lain ditemukan, obeng, alat masak, sendok, magic jar, kabel serta obat-obatan untuk sakit kepala maupun demam.

“Razia kali ini, setiap barang yang melanggar aturan akan sita. Kami ingin agar Lapas Teluk Dalam Banjarmasin ini benar-bersih bersih dari narkoba,’’ tambah Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalsel, Imam Suyudi.

Penggedalahan tersebut, salah satunya tak terlepas dari kasus peredaran narkoba dan khususnya pil zenith-carnophen yang yang diungkap Polda Kalsel, bnebebeapa waktu lalu, ditengarai dikendalikan dari sel di Lapas Kelas II Teluk Dalam Banjarmasin ini.

Saat itu, ada 7 blok dihuni sekitar 2.500 narapidana digeledah dan penghuni Lapas tersebut, sudah tak sebanding dengan tempat yang ada.

“Dalam satu bulan ada 20 napi yang bebas, namun yang kembali masuk sekitar 30 orang.

`Dengan kondisi ini sudah pasti para penghuni lapas tidak bisa tidur nyenyak.

Sebab untuk tidur harus tumpang tindih,’’ beber Kepala Lapas Teluk Dalam, Hendra Eka Putra. (K-4)

 

 

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua