• Hari ini : Sabtu, 21 Juli 2018

Bimtek Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu

WABUP TAPIN - H Sufian Noor hadiri dan sekaligus buka Bimbingan Teknis (Bintek) Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja. (KP/H Basri)
WABUP TAPIN – H Sufian Noor hadiri dan sekaligus buka Bimbingan Teknis (Bintek) Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja. (KP/H Basri)

Rantau, KP – Wakil bupati Tapin Ir H Sufian Noor MP buka Bimbingan Teknis (Bintek) sistem layanan dan rujukan terpadu (SLRT).
Bimbingan Teknis Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) dariDeriktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI selamadua hari sejak 8 sampai 9 September 2016. Bertempat Aula SKB Rantau.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 75 orang peserta dan dibuka secara resmi oleh WakilBupati Tapin Ir H Sufian Noor.

Wakil bupati Tapin dalam sambutannya  mengatakan bahwa ia sangat bangga adanya program sistemlayanan dan rujukan terpadu (SLRT) dan ini merupakan yang pertama diKabupaten Tapin dalam rangka memberikan pelayanan masyarakat bawah.

“Program ini sangat penting untuk dilaksanakan karena ini merupakan suatu percepatan kepadasaudara-saudara kita di masyarakat bawah untuk bisa mencapai sistemlayanan dan rujukan terpadu,” tandasnya.
Dalam kesemptan itu ia juga berharap kepada peserta agar bisa mengikuti dengan sebaik-baiknya, karenaini merupakan tugas yang sangat mulia dalam menjadikan harkat martabatmasyarakat  agar tidak lagi rentan terhadap kemiskinan, dan dengan tugas muliaini pahala di dunia maupun akhirat didapatkan.

Dengan bimbingan teknis sistem layanan dan rujukan terpadu ini,peserta dapat menyimak dengan dengan baik dan masyarakat bisamenikmati kesehatan, keamanaan, pendidikan  dan layanan bidang sosiallainnya.
Sementara itu Kepala Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos RI DrsHasbullah  mengatakan, Sistem layanan dan rujukan terpadu (SLRT) adalah sebuahprogram strategis sejak tahun 2014, awal mulanya sistem rujukanterpadu.

“Sistem layanan dan rujukan terpadu dalam rangka memastikan masyarakatmiskin dan rentan mendapatkan akses perlindungan dan pelayanan sosialyang terintegrasi, sistem ini mengoptimalkan peran potensi dan sumberkesejahteraan sosial terutama untuk layanan di daerah dan tingkat desa, “ ujarnya.

Dijelaskannya pula bahwa  fungsi SLRT yaitu pertama integrasi informasi data dan layanan,kedua identifikasi keluhan, rujukan, dan penanganan keluhan, ketigapencatatan kepesertaan dan kebutuhan program dan keempat pemuktahirandaftar penerima manfaat secara dinamis.

“Mengapa hal ini menjadi penting, intinya bangsa kita berkutat pada masalahekonomi,  yaitu pertama kemiskinan per maret 2016 terdapat  28,01 juta jiwa(10,86 persen), kedua kerentanan sekitar 40 persen rentan miskin,tidak kurang dari 70 juta orang berada digaris kemiskinan ketigakesenjangan rasio ini per maret 2016 0,40 dispirasitas wilayah masihtinggi.” Tandasnya.

Menurutnya untuk membenahi semua ini kedepan perlunya regulasi pusat dan daerahyaitu berupa baik itu Pepres, Permensos maupun Perda hal tersebutuntuk pelembagaan dan keberlanjutan sistem layanan dan rujukanterpadu.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga kerja Tapin H Samsuni maksud dan tujuankegiatan SLRT dalam angka menyamakan presepsi, khususnya dalam rangka upaya mengkaper PMKS untuk memperoleh layanan sosial sebagaimanalayaknya haknya.

“Adanya SLRT sebagai upaya kita untuk mendekatan pelayanan kepadamasyarakat PMKS di bidang sosial,’’ pungkasnya. (ari/K-6)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua