• Hari ini : Sabtu, 21 Juli 2018

Bina Marga Tutup Total Akses Jalan Antasan Kecil Timur

Bina Marga Banjarmasin bersama aparat kepolisian secara resmi melakukan penutupan kalan akses menuju Antasan Kecil Timur (AKT) sampai pengerjaan proyek selesai dan inilah akses jalan yang ditutup dan dialihkan sementara, Selasa (6/12).
Bina Marga Banjarmasin bersama aparat kepolisian secara resmi melakukan penutupan kalan akses menuju Antasan Kecil Timur (AKT) sampai pengerjaan proyek selesai dan inilah akses jalan yang ditutup dan dialihkan sementara, Selasa (6/12).

BANJARMASIN, KP – Menyusul pelaksanaan pembangunan yang memasuki tahap pengaspalan untuk pembuatan oprit Jembatan Sulawesi II yang baru dikerjakan, mulai Selasa (6/12) siang sekitar pukul 12.00 WITA, maka dilakukan penutupan totl arus lalu lintas, akses jalan menuju Antasan Kecil Timur (AKT) hingga pengerjaan proyek selesai.

“Kita sebelum melakukan penutupan Jalan AKT sudah melakukan koordinasi dengan pihak aparat kepolisian dan tokoh masyarakat di lingkungan tersebut dalam pengalihan arus kendaraan, untuk roda dua bisa memutar melewati belakang Masjid Jami dan roda empat bisa melewati tembus Pondok Kelapa menuju Sultan Adam atau S Parman,’’ ungkap Kepala Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin, Ir H Gusti Ridwan Syofyani kepada wartawan, di Banjarmasin, Selasa (6/12) siang.

Menurut Gt Ridwan, penutupan jalan tersebut juga sudah meminta izin dengan pihak kepolisian, jadi selama jalan AKT ditutup, maka jalur jalan dialihkan ke belakang Masjid Jami, itu pun hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, sedangkan untuk kendaraan roda empat tetap melewati jalan S Parman maupun jalan Tembus Pondok Kelapa.

“Penutupan Jalan AKT dipastikan berlangsung hingga akhir proyek yakni bulan Desember ini atau hingga proses pengaspalan oprit. Mudah-mudahan lancar dan jika hari panas paling sekitar setengah bulan selesai,’’ ujar Gt Ridwan lagi.

Ridwan juga mengatakan, jika lokasi pembangunan oprit selesai di AKT, maka akan dilanjutkan pembangunan oprit pada sisi jembatan lain sehingga akan ada penutupan jalan lagi yakni Jalan Antasan Kecil Barat (AKB) yang sementara ini persil yang baru dibebaskan itu sedang membongkar bangunan rukonya.

Ridwan mengatakan, Jembatan Sulawesi ini ditargetkan selesai akhir Desember 2016 ini. Saat ini pencapaian proyek dengan nilai Rp8 miliar lebih dan sudah mencapai 95 persen sehingga tinggal 5 persen lagi penyelesaian.

“Mudah-mudahan setelah tahun baru jembatan sudah bisa dilewati,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Bina Marga Banjarmasin dalam mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan memang berencana mengubah perencanaan opritnya. Jika satu persil rumah tetap menolak dibebaskan karena mematok harga tinggi untuk nilai pembebasan sebesar Rp20 miliar.

Dengan begitu, katanya, opritnya tetap bisa dibuat namun dengan ukuran yang lebih kecil. Karena bagaimanapun ini tak bisa dikabulkan untuk harga pembebasan lahan.

“Kita ingin pembangunan oprit jembatan tetap dilaksanakan sehingga fungsi jalan bisa dipakai pada awal tahun nantinya,’’ ungkap Gt Ridwan.

Khusus proses konsinyasi di Pengadilan Negeri Banjarmasin, pihaknya masih bisa mengerjakan bagian oprit, mengingat ruko yang sempat belum bebas sudah setuju dengan harga yang ditawarkan.

“Misalnya satu persil bangunan beres pada Januari atau Februari nanti, kita bisa anggarkan pelebaran oprit pada APBD Perubahan 2017,’’ katanya.

Jadi, katanya, pengurangan lebar oprit, sifatnya sementara dan dilakukan terpaksa sebagai opsi lain jika pembebasan satu persil bangunan tak kunjung selesai.

Dan untuk kelebihan pagu anggaran bisa saja dialihkan ke pekerjaan lain, misalnya penambahan volume aspal jalan atau lainnya.

“Mudah-mudahan Januari jembatan sudah bisa digunakan. Kita sudah siapkan opsi  lain karena pembebasan lahan yang masih belum beres, karena memang pemilik rumah mematok harga yang cukup tinggi,’’ demikian Kepala Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin, Ir H Gusti Ridwan Syofyani. (vin/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua