• Hari ini : Senin, 19 Februari 2018

Bisnis Angkringan Menjamur

ANGKRINGAN CANOST – Cafe Nostalgia kembali melakukan ekspansi dengan membuka Angkringan Canost buka 24 jam dengan menu utama makanan Suki Jepang yang disukai anak muda harga kaki lima fasilitas hotel berbintang. (KP/Hifni)

Banjarmasin, KP – Bisnis angkringan kini menjamur di Kota Banjarmasin, karena menyajikan harga makanan dan minuman yang terjangkau bagi masyarakat, sekaligus hiburan bagi keluarga.

Tidak hanya keluarga, namun juga kalangan muda yang memerlukan tempat santai untuk nongkrong bersama temannya.

Salah satunya, Angkringan Cafe Nostalgia (Canost) di Jalan Belitung yang buka selama 24 jam dan menyajikan menu makanan Jepang, yang berbeda dengan angkringan lainnya.

Owners Cafe Nostalgia (CANOST), H Aftahudin mengatakan, pihaknya terus mengembangkan usaha setelah dibuka Canost, kini membuka Angkringan Canost dengan harga kaki lima, namun tempatnya seperti hotel berbintang. “Angkringan Canost ini buka 24 jam, sehingga remaja atau orang dewasa yang ingin makanan malam dengan harga terjangkau, baik bersama teman ataupun keluarga,’’ kata Aftahuddin kepada KP, Rabu (11/10), di Banjarmasin.

Diungkapkan, Angkringan Canost berbeda dengan yang lainnya, karena harga makanannya murah, menu bervariasi dan beda dan didukung suasana yang nyaman untuk bersantai.

“Kita juga punya menu andalan, yakni masakan Jepang yang disukai anak muda dan biasanya disajikan di mall,’’ ujarnya, yang sengaja mendatangkan koki dari Surabaya untuk menangani masakan Jepang.

Manager Angkringan Canost, Wilda Aulia menambahkan, menu yang disukai anak muda di sini adalah masakan Jepang, Suki, yang biasanya disajika di mall ataupun restoran dengan harga mahal.

“Kalau disini harganya lebih murah dan terjangkau, atau harga kaki lima, namun rasanya tidak kalah dengan yang di mall ataupun restoran,’’ kata Aulia.

Selain buka 24 jam, Angkringan Canost juga menyediakan makanan yang cocok untuk segala suasana, misalnya pada pagi hari dengan menu nasi kuning, lontong, ketupat Kandangan dan batumis.

Diungkapkan, budaya masyarakat perkotaan dan suka nongkrong sambil makan dan minum merupakan bisnis potensial untuk dikembangkan, terutama memanfaatkan rumah orangtua yang berada di pinggir jalan.

Mahasiswi Jurusan International Bisnis, Universitas Ciputra ini menambahkan, usaha ini diawali dengan Cafe Nostalgia, yang didukung ruang luas dan cocok tidak hanya untuk minum dan makan saja, namun juga sebagai tempat pertemuan bisnis bersama rekan kerja.

“Fasilitasnya sangat lengkap sepertidi hotel bintang lima, namun harganya kaki lima, sehingga bisa terjangkau semua kalangan,’’ tambah putri kedua H Aftahuddin ini.

Selain itu, tenaga kerja dan koki di Cafe Nostalgia ini merupakan tenaga lokal, namun telah dididik untuk memberikan pelayanan dan makanan yang disukai pelanggan.

“Kita tidak menjual janji, silakan datang dan buktikan kelebihan Cafe Nostalgia dan Angkringan Canost,’’ ujar Aulia. (hif/K-7)

 

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua