• Hari ini : Jumat, 22 Juni 2018

Buaya ‘Gedor’ Rumah Warga

Ini benar-benar mengerikan apa yang terjadi di Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Seorang warga mengaku rumahnya `diteror’ buaya Sungai Mentaya, dan ditangkap dan jadi tontonan warga, Rabu (18/10).

Sampit, KP – Ini benar-benar mengerikan apa yang terjadi di Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Seorang warga mengaku rumahnya `diteror’ buaya Sungai Mentaya.
Teror ini dari buaya yang mengetuk pintu rumah seorang warga.

Teror ini pun membuat kaget pemilkk rumah yang langsung tunggang langgang masuk ke dalam rumahnya seusai membuka pintu.

“Kejadian Rabu dinihari (18/10). Warga Desa Hanaut mendengar suara ketukan pintu di depan rumahnya.

Setelah dibuka, ternyata seekor buaya besar, yang panjangnya sekitar 7 meter.

Warga itu kaget langsung lari, buayanya juga kaget hingga langsung pergi,’’ jar Camat Pulau Hanaut H Eddy Mashami.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, saat air sedang pasang.

Diperkirakan buaya tersebut sedang kelaparan hingga mecari makan.

Salah satunya dengan mengincar ternak itik milik warga yang ada di samping rumah tersebut.

Sehingga hal itulah kemungkinan besar membuat buaya itu naik ke rumah hingga menggedor-gedor pintu warga tersebut.

Dengan adanya hal itulah, membuat masyarakat sekitar takut menjadi mangsanya.

“Kami mengimbau warga agar tidak membuat kandang ternak di depan atau di samping rumah. Karena akan mengundang buaya untuk naik ke daratan dan memangsanya,’’ katanya.

Disampaikan, saat ini intensitas kemunculan buaya muara sudah semakin mengkhawatirkan dan meresahkan.

Pasalnya, kalau dulu buaya muara ini terlihat muncul sekitar 3 bulan sekali, namun sekarang ini hampir tiap hari muncul dan bahkan sudah memasuki kawasan pemukiman penduduk.

“Dua hari sebelumnya juga ada warga yang melihat empat ekor buaya muncul ke permukaan. Begitu didekati dengan kelotok, buaya-buaya ini diam saja dan tidak mau pergi, panjangnya sekitar 2 meteran. Buaya sebesar ini sudah bisa memangsa manusia,’’ terang Eddy.

*Disedot

Hingga petang, Rabu, kolam tempat buaya muncul di Jalan Tamanggung Panji III, Kelurahan Kuala Kurun, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas belum juga surut.

Padahal petugas pemadam kebakaran dan BPBD Kabupaten Gunung Mas sejak siang telah menguras kolam dengan tiga mesin pompa.

Kolam belum juga surut. Warga pun berinisiatif memasang peralatan sedot untuk menyedot air di kolam. Warga meyakini dengan peralatan sedot air akan cepat surut.

“Kalau dengan peralatan sedot ini, air akan cepat surut,’’ ujar Manto warga.

Diharapkan, malam ini air kolam bisa surut agar makhluk yang diduga buaya di kolam bisa diamankan.

Pasalnya, saat ini warga sangat resah setelah melihat buaya. Terlebih kolam itu tempat warga mencari makanan babi dan terkadang anak-anak mandi di kolam tersebut.

Sekretaris RT 002, Stubie menyampaikan warga pertama kali melihat buaya di kolam, Selasa (17/10) sekitar pukul 09.30 WIB.

“Tadi padi saat di pasang alat setrum di kolam ada warga yang melihat benda menyerupai buaya di kolam,’’ katanya.

Namun hingga malam ini warga bersama petugas pemadam kebakaran dan pihak BPBD berusaha menimba air di kolam.

Sejak tadi padi hingga malam ini ratusan warga siliberganti untuk melihat kolam tempat makhluk buas itu menampakan diri. (net/K-2)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua