• Hari ini : Kamis, 26 April 2018

Budayakan ASI Eksklusif di Masyarakat

LOMBA KECAMATAN--Walikota Nadjmi Adhani saat penilaian lomba Kecamatan Sayang Ibu tingkat Kalsel 2016 dan lomba Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) Kota Banjarbaru 2016. (KP/Wawan)
LOMBA KECAMATAN–Walikota Nadjmi Adhani saat penilaian lomba Kecamatan Sayang Ibu tingkat Kalsel 2016 dan lomba Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) Kota Banjarbaru 2016. (KP/Wawan)

Banjarbaru, KP – Walikota Nadjmi Adhani didampingi Ketua TP PKK Hj Ririen Kartika menghadiri penilaian lomba Kecamatan Sayang Ibu tingkat Kalsel 2016 dan lomba Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) Kota Banjarbaru 2016, pekan kemarin.

Turut hadir Sekdako Said Abdullah, Wakil Ketua TP PKK Eny Apriyati dan Camat Banjarbaru Selatan Abdul Basid.

Walikota Nadjmi Adhani mengatakan, di Kecamatan Banjarbaru Selatan, sudah terbentuk komunitas-komunitas masyarakat yang bergerak di bidang kesehatan dan lingkungan. Salah satunya komunitas donor darah.

“Keberadaan komunitas ini sangat membantu suksesnya gerakan sayang ibu di kecamatan ini, karena tidak bisa disangkal angka kematian ibu paling banyak disebabkan karena pendarahan akibat proses kehamilan, persalinan dan masa nifas” tandasnya.

“Di Kecamatan Banjarbaru Selatan, lanjutnya, juga sudah terbentuk kader-kader motivator ASI eksklusif yang siap mendukung Pemko memotivasi para ibu agar selalu memberi ASI dan menjadikannya sebagai budaya di masyarakat” katanya.

Satu lagi yang memberi nilai plus Kecamatan Banjarbaru Selatan, lanjutnya, adalah adanya satu kampung yang sebagian besar profesi warganya penjual jamu racikan, termasuk jamu bersalin yang tentunya sangat diperlukan para ibu setelah melahirkan  guna mempercepat proses pemulihan setelah bersalin, mengurangi pegal-pegal, mempercepat proses penyembuhan luka dalam akibat operasi dan melancarkan peredaran darah setelah bersalin serta sangat baik bagi produksi ASI.

Nadjmi juga mengapresiasi warga Banjarbaru Selatan serta Banjarbaru secara keseluruhan yang mampu mengimplementasikan kegiatan GSI dengan komprehensif. “Semoga kedepannya, angka kematian ibu hamil, ibu menyusui dan balita di Kota Banjarbaru dapat semakin menurun dari tahun ke tahun” tandasnya. (wan/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua