• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Bulan Maulid Konsumsi Ayam dan Telur Naik 20 Persen

KONSUMSI AYAM DAN TELUR - Konsumsi ayam ras segar dan telur ayam naik dibulan Maulid dan Natalan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Banjarmasin naik 20 persen lebih yang dipasok dari Tala, Banjarbaru hingga Kabupaten Banjar.  (KP/Hifni)
KONSUMSI AYAM DAN TELUR – Konsumsi ayam ras segar dan telur ayam naik dibulan Maulid dan Natalan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Banjarmasin naik 20 persen lebih yang dipasok dari Tala, Banjarbaru hingga Kabupaten Banjar. (KP/Hifni)

Banjarmasin, KP – Memasuki bulan Maulid hingga perayaan natal permintaan ayam potong ras kiloan dan telur sangat tinggi, dibandingkan dengan hari biasa.

Menurut data Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin setiap bulannya konsumsi ayam ras dan telur naik hingga mencapai 20 persenan.

Kabid Dinas Pertanian dan Peternakan Banjarmasin, Ir Anwar Ziady kepada wartawan kemaren dikantornya menjelaskan, permintaan konsumsi ayam ras potong segar setiap bulannya masih cukup tinggi apalagi memasuki bulan Maulid dan Natalan bisa naik hingga 20 persenan jika dibanding dengan  hari biasa.

Stok ayam kondisi normal hanya sekitar 30 ribu ekor per harinya naik menjadi 40 ribu ton sedangkan telur ayam sekitar 35 ribu ton naik menjadi 40 ribu ton memasuki hari-hari keagamaan seperti ini.

“ Konsumsi ayam ras kiloan cukup tinggi selain telur ayam, ikan sungai dan ikan laut setiap harinya apalagi saat ikan sungai dan laut mengalami kenaikan harga,” jelasnya lagi.

Bahkan setiap tahunnya permintaan ayam ras potong cedrung mengalami kenaikan untuk itu pihaknya terus menyiapkan pasokan yang berlebih ketika terjadi lonjakan karena Banjarmasin bukan daerah penghasil ayam potong, kota ini hanya menjadi konsumen.

“ Memasuki bulan Maulid dan Natalan ini permintaan ayam ras potong sudah diantifasi dengan persediaan mencukupi masih bisa dipenuhi,” lanjutnya.

Terkait adanya kenaikan harga jual ayam ras potong ini menyangkut mekanisme pasar saja karena tingginya permintaan ayam selain itu ada kenaikan harga jual ayam sudah ditingkat peternak dikisaran 5 persenan karena harga pakan mulai naik dan terkait ongkos angkut termasuk perkilonya juga naik Rp1800 per kilo normalnya hanya Rp16,000,- sampai Rp17,000,-.

Apalagi harga ayam potong ini harganya terus berfluktuasi apalagi 3 bulan sebelumnya pihak peternak sempat merugi karena harga ayam potong segar ini turun disejumlah pasar tradisional dari Rp16,000,- per kilo turun hanya Rp13000,- per kilo ini hanya bisa mencapai break even point saja seharusnya kondisi normalnya Rp17,000,- per kilonya.

Ijah penjual eceran ayam ras Pasar Teluk Dalam menjelaskan, sejak awal bulan Maulid harga ayam ras memang naik nilai jual per kilonya dan naik ini dibeli sejak dari distributor. (hif/K-7)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua