• Hari ini : Rabu, 18 Juli 2018

Bupati Balangan Buka Audit Maternal Perinatal

SAMBUTAN – Dismapaikan Bupati Balangan H Ansharuddin pada kegiatan Audit Maternal Perinatal (AMP), belum lama tadi. (KP/Ist)
SAMBUTAN – Dismapaikan Bupati Balangan H Ansharuddin pada kegiatan Audit Maternal Perinatal (AMP), belum lama tadi. (KP/Ist)

Paringin, KP – Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, melaksanakan Audit Maternal Perinatal (AMP) sebagai upaya menekan jumlah kematian ibu dan bayi saat kehamilan dan melahirkan, Rabu (9/11) kemarin  di Mahligai Mayang Maurai Komplek Perumahan Dinas pejabat Pemkab setempat.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Balangan, H Ansharuddin, dihadiri Direktur RSUD Balangan Dr Ferry, Para Camat se Kabupaten Balangan, Para Kepala Puskesmas dan Bidan se Kabupaten Balangan, dengan narasumber Dokter Spesialis Kandungan, Dr Nyoman dan Dr Aris.

Dalam sambutannya Bupati H Ansharuddin mengatakan, bahwa angka kematian ibu dan bayi di Kalsel masih di atas rata-rata nasional .Uuntuk kematian bayi tahun 2015 berjumlah 36 orang, dan sampai dengan bulan Oktober tahun 2016 berjumlah 19 orang. Sementara, di Balangan sendiri pada tahun 2015 kematian ibu berjumlah 6 orang dan pada tahun 2016 sampai dengan Oktober 2016 sebanyak 2 orang.

Adapun indikator proyeksi terhadap penurun angka kematian ibu dan peningkatkan kesehatan ibu ini ditujukan dengan       cakupan pertolongan persalinan tenaga kesehatan dan trendnya memperlihatkan peningkatkan cukup tajam.

Menurutnya, sebagian besar kematian dapat dicegah melalui pelayanan yang mampu mendeteksi dan menangani kasus risiko tinggi secara memadai, pertolongan persalinan yang bersih dan aman serta pelayanan rujukan kebidanan atau perinatal yang terjangkau pada saat dibutuhkan.
“Dengan demikian, kegiatan audit ini berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di suatu wilayah, dan dalam rangka percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi,” kata bupati.

Ditambahnya, berkenaan dengan masih kompleksnya masalah kesehatan yang dihadapi di masyarakat, maka diharapkan para bidan dan tenaga paramedis dapat mengoptimalkan  tugas dan fungsinya, agar dapat menghasilkan pelayanan prima dan memberikan kepuasan pasien serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat, terhadap pelayanan kesehatan.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Kesehatan Balangan, Muhammad Nasa’i  menyampaikan, kesehatan perempuan dan kesehatan anak merupakan hal yang sangat penting, dimana banyak wanita hamil yang meninggal baik pada masa nifas dan persalinan.

“Kesehatan perempuan yang dibina sejak dini bisa menyelamatkan ibu hamil dan bayinya, sehingga penting meningkatkan kesehatan perempuan dan anak,” ujarnya.

Tingginya kematian ibu dan bayi menunjukkan pelayanan kesehatan menyangkut ibu dan anak merupakan hal yang mendesak, serta membutuhkan peningkatan pelayanan dan penanganan dari tingkat dasar sampai atas bahkan hingga tingkat rujukan.

Dikatakan, selama lima tahun terakhir jumlah kematian ibu di Kabupaten Balangan mengalami turun naik, yang kebanyakan disebabkan oleh pendarahan dan hipertensi.

“Pada tahun 2011 kematian ibu di Balangan berjumlah enam orang, 2012 lima orang, 2013 dua orang, 2014 tujuh orang, 2015 enam orang, dan hingga Oktober 2016 dua orang, dimana kejadian terbanyak di Kecamatan Juai dan Paringin Selatan,” katanya.

Kemudian untuk kematian bayi di Kabupaten Balangan, dalam lima tahun terakhir mencapai ratusan kasus, dimana penyebabnya kebanyakan karena bayi dengan berat kelahiran rendah serta gangguan pernafasan.

“Pada 2011 48 kasus, 2012 24 kasus, 2013 41 kasus, 2014 46 kasus, 2015 36 kasus, dan hingga September 2016 19 kasus,” paparnya.
Dimana lanjut Muhammad Nasa’i, sering terjadi keterlambatan dalam mengambil keputusan untuk dirujuk, ketidak mampuan perawatan, sehingga menyebabkan keterlambatan dalam penindakan dan penanganan.

Selain masalah tersebut, banyaknya kehamilan diusia muda, hamil di usia tua, jarak kelahiran yang terlalu dekat, serta terlalu banyak melahirkan.

Sehingga kegiatan Audit Maternal Perinatal (AMP) tahunn 2016 ini, merupakan proses penelaahan bersama kasus kesakitan dan kematian ibu yang berimplikasi pada pengembangan upaya peningkatan mutu pelayanan pada saat ini yang mengarah kepada patient safety atau keselamatan dan keamanan pasien, “Melalui kegiatan ini, kita harapkan para petugas dapat mengumpulkan informasi serta penyebab kesakitan dan kematian ibu dan bayi agar dapat dilakukan pencegahan serta penyelamatan dimasa akan datang,” imbuhnya. (jun/K-6)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua