Bupati H Hasanuddin Murad Boyong Piala Adipura

ditulis pada 4 Agustus 2017

Bupati Batola H Hasanuddin Murad bersama Piala Adipura yang baru diterimanya, dari Presiden RI Joko Widodo, melalui Menteri LHK Siti Nurbaya, di Manggala Wana Bakti, Jakarta, Rabu (2/8).

Marabahan, KP – Cita-cita dari Bupati Batola H Hasanuddin Murad, meraih anugerah Adipura, akhirnya kesampaian juga setelah lambang supremasi itu diterimanya dari Presiden RI Joko Widodo, melalui Menteri LH Siti Nurbaya, di Manggala Wana Bakti, Jakarta, Rabu (2/8).

Bupati Batola yang akrab disapa Hasan ini mengaku, bangga karena di penghujung masa jabatannya mampu mempersembahkan lambang keberhasilan di bidang pengelolaan kebersihan kota.

Mewakili masyarakat Batola ia menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat, terutama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang telah memberikan penilaian, sehingga Kota Marabahan, ibukota Kabupaten Batola, mendapatkan penghargaan yang membanggakan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh masyarakat Batola, terutama masyarakat Marabahan, yang telah peduli terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan, terutama dalam mengatasi persoalan sampah.

Karena itu, kepada seluruh masyarakat mantan anggota DPRRI itu mengajak untuk bersama-sama mempertahankan hasil yang telah diperjuangkan, dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Kota Marabahan, merupakan Ibukota Kabupaten Batola, meraih Piala Adipura kategori kota kecil.

Selain Marabahan, juga terdapat 8 kota di Kalsel yang memperoleh penghargaan Adipura yakni Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Rantau, Pelaihari, Barabai, Tanjung dan Kandangan.

Penghargaan yang diraih Batola merupakan yang pertama kalinya, semenjak kepemimpinan Bupati H Hasanuddin Murad.

Piala Adipura adalah penghargaan tertinggi dan bergengsi di bidang lingkungan hidup dan kebersihan.

Guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas anugerah Adipura, Kementerian LHK di tahun 2016, mereformulasi penghargaan Adipura dengan strategi Rebranding Adipura.

Salah satu proses penilaian yang harus dilalui oleh para bupati/walikota nominator penerima, dengan melakukan presentasi dan wawancara di depan Dewan Pertimbangan Adipura, praktisi pengelolaan sampah dan bidang pemasaran, pejabat Kementerian LHK, akademisi perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, serta rekan-rekan media massa. (adv/K-6)

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.