• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Bupati Tanam Pohon

Muara Teweh, KP – Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) serta Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2015, di Kabupaten Kabupaten Barito Utara dimulai oleh Bupati H Nadalsyah.

Acara puncak penanaman pohon ini dipusatkan di Islamic Center, Kelurahan Jingah, Kecamatan Teweh Baru, belum lama tadi.

Sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, yang dibacakan Bupati Barito Utara H Nadalsyah mengatakan penanaman pohon ini mengambil tema ayo kerja, tanam dan pelihara pohon untuk hidup lebih baik dan tema hari cinta puspa dan satwa nasional adalah ayo selamatkan puspa dan satwa sebagai penyangga kehidupan, mulai dari lingkungan kita.

Selain itu sebagai ikon puspa nasional tahun 2015 telah terpilih Suweg (amorphopalus paeoniifolius) dan sebagai ikon satwa nasional dan beo nias (gracula religiosa robusta).

Kedua peringatan besar di sektor lingkungan hidup dan kehutanan ini adalah wujud kampanye, sekaligus ajakan dan himbauan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan sebagai aset tak ternilai yang perlu dijaga dan dilestarikan agar dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan hutan yang untuk kehidupan masa kini dan masa yang akan datang.

Dikatakannya, hutan sangat penting sebagai pilar penyangga kehidupan, pilar pengawetan dan pilar pemanfaatan untuk generasi sekarang. Indonesia memiliki hutan terluas ketiga di dunia dengan luas mencapai 120,78 juta ha. Hutan Indonesia dibagi berdasarkan fungsi, yaitu hutan konservasi seluas 21,90 juta ha, hutan produksi seluas 69,24 juta ha, dan hutan lindung seluas 29,64 juta ha.

Dalam rangka memperbaiki tata kelola hutan, luasan hutan tersebut dibagi ke dalam organisasi pengelola hutan di tingkat tapak yang disebut sebagai kph sebanyak 600 unit kph. Dalam rangka mewujudkan pengelolaan hutan dan lingkungan hidup yang berkualitas.

Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan harus mewujudkan sebuah capaian kinerja yang semakin baik. Capaian kinerja kementerian lingkungan hidup dan kehutanan sampai dengan tahun 2014 mencakup peningkatan indeks kualitas lingkungan hidup menjadi 63,42 persen, penetapan kawasan hutan sebesar 58,8 persen, penurunan laju deforestasi menjadi 0,61 juta ha/tahun, penurunan rerata jumlah hotspot (titik kebakaran) menjadi 22.500 titik, penurunan lahan kritis dari 24,3 juta ha.

Kepala Dinas Kehuatan dan Perkebunan Barut Ir Iwan Rusdani menjelaskan penyediaan bibit untuk dibagi kepada masyarakat sebanyak 9.700 batang diantaranya Gaharu sebanyak 7.200 batang, Rambutan 1.250 batang dan bibit Mangga sebanyak 1.250 batang.

Sedangkan bibit untuk penanaman simbolis sebanyak 132 batang yakni Glodokan tiang sebanyak 25 batang, Tanjung 25 batang, Trembesi 20 batang, Gaharu 20 batang, rambutan 12 batang dan bibit mangga 30 batang.

“Dengan menanam satu pohon, maka kita telah memberikan kontribusi dalam pembangunan ekosistem hutan menuju hutan lestari, membantu mengurangi dampak pemanasan global dan kita juga akan mewariskan hutan yang lebih baik bagi kehidupan anak dan cucu kita dimasa mendatang,’’ pungkasnya.(asa/K-8)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua