• Hari ini : Senin, 23 Juli 2018

Bupati Tinjau Puing Ponpes Hidayatullah

MENINJAU PONPES – Bupati Khalilurrahman saat meninjau bangunan kelas Pondok Pesantren Hidayatullah Martapura yang terbakar, Selasa (10/7) subuh kemarin. (Istimewa)

Martapura, KP – Bupati KH Khalilurrahman berharap bangunan kelas Pondok Pesantren Hidayatullah Martapura yang terbakar, Selasa (10/7) subuh, bisa segera dibangun kembali.

Harapan tersebut diungkapkan bupati saat mengunjungi Ponpes Hidayatullah Martapura, kemarin. Guru Khalil yang didampingi Sekdakab Ir Nasrunsyah mengaku turut prihatin atas terbakarnya bangunan tersebut, karena merupakan peninggalan bangunan lama dan sangat bersejarah.

Wakil Ketua Yayasan Pesantren Hidayatullah, Fauzan Asniah mengungkapkan, kebakaran yang terjadi pada subuh hari tersebut saat sedang tidak ada aktivitas belajar. Sebab para santri masih dalam masa libur semester.

“Rencananya, Sabtu baru mereka masuk,’’ ujarnya.

Fauzan mengatakan, ada 4 ruang kelas terbakar, yakni 3 ruang kelas Madrasah Aliyah dalam kondisi rusak total dan 1 ruang kelas Madarasah Ibtidaiyah mengalami rusak ringan.

Pada tahun ajaran baru 2018/2019, dua ruang kelas akan ditempati santri kelas X, satu kelas untuk kelas XII dan satu kelas untuk Madrasah Ibtidaiyah santri kelas V.

“Alhamdulillah berkat kesigapan para petugas relawan pemadam kebakaran, api bisa diatasi dengan cepat. Kalau terlambat sedikit, bisa lebih banyak lagi yang terbakar, apalagi di bagian belakang sekolah merupakan pemukiman warga,’’ ujarnya.

Akibat kerusakan empat ruang kelas tersebut, pihak yayasan harus melakukan relokasi tempat mengajar sementara. Agar proses belajar tetap berjalan seperti biasa, Fauzan pun telah membicarakan dengan pimpinan dan ketua yayasan.

“Sementara kami bisa menggunakan terpal atau tenda,’’ katanya.

Penyebab kebakaran sendiri masih belum diketahui pasti, namun diperkirakan dipicu dari hubungan arus pendek listrik di ponpes bersejarah tersebut. (wan/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua