• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Burung Anggang Sama Sekali Tidak Bermakna

PATUNG BURUNG ANGGANG - Terpasang di simpang tiga Jalan Murakata Barabai. (KP/Ary)
PATUNG BURUNG ANGGANG – Terpasang di simpang tiga Jalan Murakata Barabai. (KP/Ary)

Barabai, KP – Saat acara silaturahmi dan dialog dengan Bupati dan Wakil Bupati HST H Abdul Latif dan H A Chairansyah, para ulama dan habaib mengusulkan untuk mengganti patung burung anggang yang terpasang di simpang tiga jalan Murakata Barabai.

Menurut Guru H M Arsyad salah satu pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Hantakan mengungkapkan Burung Anggang sama-sekali tidak bermakna dan tidak ada hubungannnya dengan ciri khas kabupaten HST.

”Kalau boleh kami mengusulkan untuk diganti dengan kitab dan bola dunia, kitab bermakna HST kota santri dan bola dunia artinya mendunia,”katanya.

H Abdurrahman juga mengusulkan agar di pintu gerbang memasuki kota Barabai tersebut dibuat tulisan “HST Bumi Bersyalawat” , hal tersebut lebih sesuai dengan kebiasaan orang barabai yang suka bersyalawat kepada nabi Muhammad SAW.

“Untuk kepanjangan dari kata bersyalawat itu nantinya bisa dicari kata-kata yang memang benar-benar menciri khaskan kota Barabai, dan kami kedepan akan menggelar pembacaan maulid habsyi se kabupaten HST seminggu ataupun sebulan sekali, karena dengan sering-sering kita bersholawat mudah-mudahan banua kita lebih berkah dan lebih maju lagi,”katanya.

Menanggapi hal tersebut Bupati Latif menyampaikan, sekarang ini menurutnya masih melakukan pembenahan secara internal di pemerintahan, baik itu masalah anggaran daerah maupun rencana reshuffle pejabat.

“Saya juga sudah lama ingin menyembelih burung anggang tersebut, mudah-mudahan di tahun 2017 mendatang kita dapat bersama-sama mengkaji dan mengganti burung anggang itu misalnya dengan patung apam dan sebelahnya kitab yang memang benar-benar sesuai dengan kabupaten kita,” katanya. (adv/ary/K-6)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua