Cabai Rawit Tembus Rp70 Ribu Perkilo

ditulis pada 7 Agustus 2017

HARGA CABAI NAIK – Harga sejumlah kebutuhan pokok sayuran asal tanah jawa di sejumlah pasar tradisional cendrung stabil kecuali harga cabai yang bergerak naik. (KP/Hifni)

Banjarmasin, KP – Stabilnya harga cabai rawit rupanya tidak berlangsung lama cukup hanya bertahan sepekan disejumlah pasar tradisional dari Rp40 ribu perkilo kini kembali melambung menjadi Rp70 ribu.

Dari penjelasan sejumlah pedagang Pasar Lama dan Pasar Ksatrian Veteran kemaren siang naiknya cabai-cabaian lokal dan asal Pulau Jawa karena pasokan yang mulai terganggu.

Ini disebabkan dibeberapa sentra penghasil banyak yang gagal panen akibat curah hujan yang jarang hingga musim panas yang panjang menyebabkan hasil panen cabai banyak yang rusak.

Saat ini pasokan cabai-cabaian benar-benar sangat berkurang seperti cabai tiung, taji hingga jenis rawit kecil lokal dari Tapin, Tala dan HSS sedangkan selebihnya asal Pulau jawa yang dibawa kapal-kapal roro.

Dikatakan Sinto penjual cabai Pasar Ksatrian Veteran, naiknya harga semua jenis cabai-babaian para pedagang sangat dirugikan karena para pembeli mengeluhkan dan penjualan menjadi menurun.

Ditambahkan Nunui pedagang cabai asal Pasar Teluk Dalam, pasokan cabai rawit kecil dan tiung di Kota Banjarmasin ini biasanya dipasok dari Barabai dan Pelaihari namun karena sentra penghasil ini sedang mengalami gagal panen karena anomali cuaca dan musim panas yang panjang.

Harga cabai tiung dijual hanya Rp40 ribu perkilonya, sedangkan jenis cabai taji dijual Rp30 sampai Rp35 ribu hal yang sama kenaikan terjadi pada cabai rawit kecil Rp40 per kilo naik Rp70 ribu per kilonya.

Sani penjual cabai Pasar Teluk Dalam lainnya mengungkapkan, permintaan bumbu dapur masih cukup bagus jika harga terus stabil sedangkan jikalau harga naik seperti ini penjualan tidak bisa banyak yang terjual sehingga pedagang tidak berani banyak memberi untuk stok.

“ Kita akui permintaaan bumbu dapur seperti bawang merah dan cabe rawit lokal sangat tinggi setiap harinya, apalagi memasuki bulan keagamaan atau lebaran qurban nanti seperti ini akan semakin banyak penjual rempahan siap saji,” jelasnya.

Selain permintaan cabai lokal juga tinggi untuk permintaan cabai tiung, cabe merah besar dan cabe hijau sangat besar permintaan setiap harinya, untuk komuditas ini didatangkan dari Pulau Jawa dengan angkutan kapal laut atau roro setiap harinya masuk harganya juga sangat stabil untuk cabai ukuran besar. (hif/K-7)

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.