• Hari ini : Jumat, 19 Oktober 2018

Cabuli Siswi Berseragam SD, Predator Anak Didor

Wakapolres Kompol Wildan Alberd saat menyampaikan pengungkapan kasus asusila, dan sempat menghadirkan tersangka pencabulan.

TANJUNG, KP – Pria berkulit hitam berperawakan gempal bernama Rino Amijoyo (26) pantas diberi gelar predator anak. Sedikitnya sudah delapan anak perempuan bawah umur yang menjadi korban pencabulannya.

Biadabnya lagi, tindakan asusilanya itu pernah dilakukannya kepada anak yang masih mengenakan seragam sekolah dasar.

Beruntung, aksi cabul Rino itu bisa terendus pihak kepolisian, akibat laporan warga.

Sehingga, jajaran Polres Tabalong melakukan penangkapan Rino Amijoyo. Dan telah diamankan petugas untuk menjalani proses lebih lanjut.

Pria ini berhasil dibekuk Unit Jatanras Polres Tabalong dan Unit Reskrim Polsek Tanjung, Senin (23/4) sekitar pukul 13.00 WITA.

Warga Desa Kapar, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong ini mengaku, baru saja melakukan aksi bejatnya di kecamatan Tanjung, Murung Pudak.

Dimana melakukan pencabulan terhadap korban IL (9), warga kecamatan Tanjung, yang saat itu masih mengenakan seragam sekolah dasar.

Beruntung, ulah pelaku ini berhasil diungkap tak lama setelah kejadian berkat adanya informasi cepat dari masyarakat yang didapatkan petugas.

Saat mau ditangkap, pelaku sempat melakukan perlawanan. Petugas pun terpaksa menghadiahi timah panas ke kaki pelaku.

Kapolres Tabalong AKBP Hardiono melalui Wakapolres Kompol Wildan Alberd, Rabu (25/4) membenarkan mengamankan pelaku yang diduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

“Kejadiannya Senin, 23 April 2018. Berhasil diungkap pada hari itu juga, sore harinya,” kata Wildan saat memimpin konferensi pers di halaman mapolres.

Selain mengamankan tersangka, petugas juga berhasil menyita pakaian korban, baju milik tersangka.
Kemudian juga menyita 1 unit sepeda motor merk Honda Vario, 1 buah tali yang terbuat dari karet dan 1 unit handphone merk Xiaomi warna gold.

Baju kaos milik tersangka merupakan alat bantu yang digunakan untuk menutup mata dari korbannya.

Disampaikan wakapolres, dari pemeriksaan sementara, pelaku melakukan aksinya dengan modus menjanjikan akan mengasih uang.

“Dengan bujuk rayu tersanga lakukan pencabulan,” tuturnya.

Ternyata korban asusila pelaku tidak hanya seorang. Dari pengakuannya, sudah lebih dari satu kali menggagahi anak-anak.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan petugas, pelaku telah mengakui perbuatannya.

Bukan hanya sekadar mengakui melakukan pencabulan terhadap korban IL (9) di kecamatan Tanjung, tapi juga ada korban lainnya.

“Pengakuan tersangka korbannya ada delapan, rata-rata di bawah umur. Dari 8 korban dengan 8 lokasi ini, sudah ada sebanyak 4 korban yang telah menyampaikan laporannya,” ungkap Kompol Wildan Alberd.

Empat korban yang melapor diketahui dengan modus yang sama melalui bujuk rayu dengan dijanjikan diberi uang.

“Dijanjikan uang tapi setelah kejadian tidak dikasihkan uangnya,” katanya.

Aksi pelaku ini sudah dilakukan sejak tiga bulan terakhir. Pelaku juga tidak terindikasi ada gangguan jiwa karena saat diperiksa, pelaku masih ingat dengan semua kejadian yang telah dilakukan di beberapa lokasi. Juga menyampaikan dengan lancar sesuai fakta dan barang bukti.(net/K-4)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua