• Hari ini : Selasa, 23 Januari 2018

Calon Jamaah Haji Kalsel Harus Bersabar

Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin.
Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin.

Banjarmasin, KP – Calon jamaah haji Kalsel, yang sudah mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah rukun Islam ke 5 tersebut. Pasalnya, dari jumlah yang terdaftar saat ini, baru bisa diberangkatkan semuanya dalam kurun waktu 30 tahun.

Mengapa demikian? Sebab, tambahan kuota yang diharapkan pemerintah Indonesia, ternyata belum bisa dipennuhi pemerintah arab Saudi. Sehingga, Indonesia dengan seluruh provinsi masih menggunakan kuota lama.

Hingga saat ini, Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan pun belum mendapat surat resmi dari pemerintah pusat terkait penambahan kuota.

Dengan begitu dapat disimpulkan kuota haji tahun depan masih sama dari sebelumnya yakni 3.050 orang.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag Kalsel, Syukeriansyah membeberkan, hingga 3 November tadi, calon Jemaah haji yang mendaftar jumlahnya 90.011 calon Jemaah haji.

Ia mengaku, kabar penambahan kuota haji memang didengar pihaknya sejak lama. Kabar tersebut, didasari sudah banyak selesainya perluasan Masjidil Haram yang selama ini menjadi faktor berkurangnya kuota Jemaah haji.

Meski demikian, pihaknya belum mendapat informasi resmi dari pemerintah pusat terhadap penambahan kuota haji tahun depan.

“Memang kabar tersebut belum kami dapatkan secara resmi. Mudah-mudahan saja tahun depan kuota haji asal Kalsel bertambah seperti sediakala,’’ harap Syukeri.

Diterangkannya, peminat haji asal Kalsel sendiri sangatlah tinggi. Tingginya minat melaksanakan ibadah haji tersebut, tak diimbangi dengan kuota yang disediakan.

Menurutnya, andaikan dikembalikan seperti kuota awal sebelum dipangkas yang jumlahnya 3.800. Masa tunggu haji pun dapat berkurang menjadi 28 tahun. Syukeri menyebutkan, dengan jumlah kuota saat ini yang masih 3.050 jemaah calon haji.

Maka, dengan terus bertambahnya peminat, masa tunggu haji pun semakin bertambah lama, mencapai 30 tahun.

“Mau bagaimana lagi, dengan jumlah calon Jemaah haji yang mendaftar mencapai puluhan ribu, maka masa tunggu pun akan semakin lama,’’ terangnya.

Dirinya berharap, seiring selesainya perluasan Masjidil Haram, pemerinta Arab Saudi mengembalikan lagi pengurangan kuota haji asal Kalsel yang jumlahnya mencapai 20 persen.

“Kami sangat berharap pemerintah Arab Saudi mengembalikan kuota asal. Peminat haji kita sangat tinggi dibandingkan provinsi lain,’’ harapnya.

Kalsel sendiri sebutnya, provinsi dengan anteran terpanjang nomor satu se Indonesia, setelah Sulawesi Selatan.

Saking lamanya masa tunggu haji di daerah ini membuat sebagain warga Kalsel yang ikut ke daerah lain, karena daftar tunggunya tak lama.

Hasil Survei Haji 2016 Memuaskan

Sementara itu, Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, bersyukur atas survei kepuasaan pelayanan haji tahun 2016 yang memuaskan. Saifuddin berjanji, akan tetap meningkatkan kualitas kerja pelaksanaan haji berikutnya.

“Survei ini sangat membantu kami untuk meningkatkan kualitas mutu pelayanan dan lain-lain. Undang-undang mengamanatkan pelaksanaan ibadah haji harus diemban pemerintah dalam hal ini Kemenag,’’ ucap Lukman, di kantor BPS, Jalan dr Sutomo, Jakarta Pusat, Selasa (15/11).

Hasil survei BPS ini menyebutkan, angka kepuasan dibanding tahun lalu meningkat 1,16 poin. Trennya pun naik tiap tahun seperti tahun 2014 angkanya 81,52, dan 2015 di angka 82,57 persen.

“Cara Kemenag mensyukurinya dengan menjaga kinerja atas prestasi yang diberi jemaah. Kami yakin kita bisa meningkatkan di nilai 85,’’ imbuh dia.

Realitas jemaah heterogen dikatakan Menag Lukman, bisa dilihat tidak hanya dari sisi tingkat formalnya.

Pengalaman mereka yang masih kurang menyimpulkan betapa pelaksanaan haji ini tidak sederhana.

“Semua harus kita ‘manage’ di rumah orang. ‘Gawe’ akbar di rumah orang dan jamaah sering lupa dari cuaca sampai tradisi. Belum lagi dalam hal regulasi dan Indonesia tidak memiliki kewenangan penuh ‘memanage’ mereka,’’ jelas Lukman.

Lukman, juga menyampaikan terimakasih atas jerih payah petugas haji yang telah berdedikasi tinggi. Kerja keras mereka membuat pelayanan terhadap jemaah haji membaik.

“Terimakasih kepada semua lembaga Kemenkumham, Kemenkes, BPS, DPD, DPR dan lembaga lainnya. Karena, ketika di Arab kita lepaskan ego sektoral dan tulus melayani jemaah. Apapun masukan dari BPS dan ini potret real,’’ kata Lukman.

Ada beberapa klarifikasi terkait hasil ini dari Menag Lukman, yang pertama adalah katering. Yang menjadi catatannya yaitu perubahan nilai penurunan, padahal, pihaknya sudah memberikan makan cuma-cuma di Mekah menjadi dua kali.

“Kita juga harus menyajikan makanan dalam waktu singkat ke ratusan ribu orang. Kita menempatkan moderasi cita rasa, karena sensitivitas kesehatan yang beragam bagi tiap jemaah. Rasa yang jangan terlalu ekstrim seperti terlalu asam atau pedas sudah sesuai masukan dari Kemenkes,’’ urai dia.

“Jadi tidak mudah. Karena makanan disajikan berhari-hari. Tentu tidak mudah menjaga ritme. Kita akan memutar otak lebih keras lagi,’’ sambungnya.

Ada pula komplain Bus Armina yang berkualitas buruk. Lukman menyebut, pemilihan bus transportasi tersebut merupakan kewenangan otoritas di Arab Saudi.

“Ada beberapa bus yang memprihatinkan. Kita menolak, tapi tidak bisa karena dengan sistem undian pasti kita kena dengan jumlah jamaah haji yang sangat besar. Selanjutnya, seperti wifi kita tidak bisa memenuhi karena dikhawatirkan membuat jemaah sibuk dengan telepon genggamnya,’’ kata Lukman. (mns/net/K-2)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua