• Hari ini : Selasa, 23 Januari 2018

Cegah Aliran yang Tidak Sesuai Kaidah

TAUSIAH - KH Ansyary Elkariem Pimpinan Pondok Pesantren Darul Muhibbin Tapin saat memberikan tausiah di Masjid Jami Baitur Rahim di Desa Pemangkih Tengah Kabupaten Banjar. (Dokumen)
TAUSIAH – KH Ansyary Elkariem Pimpinan Pondok Pesantren Darul Muhibbin Tapin saat memberikan tausiah di Masjid Jami Baitur Rahim di Desa Pemangkih Tengah Kabupaten Banjar. (Dokumen)

Banjarmasin, KP – Betapa pentingnya majelis ilmu guna mencegah hal yang negatif dan memberikan masukan yang sangat positif,  karena orang yang paling merugi ialah orang-orang yang tidak mengejar taman surga yaitu majelis-majelis agama. Hal tersebut disampaikan oleh  Habib Muhammad Ali Ridho Alkaff Pimpinan Cabang Majelis Ta’lim Miftahus Surur, Kamis (3/11).

Dikatakannya, belum lama tadi dilaksanakan, sekaligus pembukaan Majelis Ta’lim Miftahus Surur Cabang Pemangkih yang dipimpin oleh Habib Muhammad Ali Ridho Alkaff sekaligus pengisi rutin pengajian di Masjid Jami Baitur Rahim yang berada di Desa Pemangkih Tengah Kabupaten Banjar setiap Senin malam.

Tak hanya ruang masjid dan halaman bahkan jalan menuju kelokasi dipenuhi majelis yang hadir baik ibu-ibu maupun anak-anak.
Dijelaskan beliau, dibukanya Majelis Ta’lim Miftahus Surur cabang didaerah pesisir kota, selain mengajak masyarakatnya juga mengenalkan majelis.

Dan yang terpenting, hal tersebut dimaksudkan untuk menangkal aliran-aliran baru bertentangan dengan akidah Islam yang banyak berkembang didaerah pedesaan, “Pesisir kota atau pedesaan paling mudah dimasuki oleh aliran-aliran yang tidak sesuai dengan kaidah Islam,’’ jelas Pimpinan Cabang tersebut yang akrab dipanggil dengan Habib Ali.

Ditambahkan Habib Ali, pada pembukaan tersebut, tausiah diisi oleh KH Ansyary Elkariem Pmpinan Pondok Pesantren Darul Muhibbin Tapin. Beliau menyampaikan bahwa setiap muslim diwajibkan atasnya menuntut ilmu. Dan bila ada muslim yang beramal tapi tidak berilmu maka dia tidak akan mendapatkan pahala atas amalannya.

“ Untuk itu marilah kita mendatangi majelis-majelis ilmu seperti ini agar kita menjadi bagian dari orang-orang yang diampuni oleh Allah segala dosa-dosanya dan dimudahkan jalan menuju surga,’’ sambung

Habib Ali, menirukan perkataan KH Ansyary Elkariem .
Pada kesempatan yang sama Pimpinan Umum Majelis Taklim Miftahus Surur Kalimantan Selatan Habib Muhammad Rafiq Alkaff menyayangkan tidak hadirnya Bupati Banjar pada acara tersebut.

“Kami sudah mengirimkan undangan kepada bupati tapi beliau tidak hadir. Padahal kami mengharapkan kehadiran beliau sebagai bentuk dukungan kepada majelis taklim. Karena mengingat pentingnya fungsi majelis taklim untuk mencerdaskan bangsa. Seharusnya dalam hal seperti ini ulama dan umara dapat saling bahu membahu,’’ tutup ulama kelahiran Palembang tersebut. (fin/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua