• Hari ini : Jumat, 19 Januari 2018

Cegah Karllahut, BPBD Usulkan Bangun Sembilan Posko

PEMBENTUKAN STRUKTUR - Kegiatan rapat pembentukan struktur komando tanggap darurat kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Aula Kantor BPBD Pulpis. (KP/Sugito)
PEMBENTUKAN STRUKTUR – Kegiatan rapat pembentukan struktur komando tanggap darurat kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Aula Kantor BPBD Pulpis. (KP/Sugito)

Pulang Pisau, KP – Dalam upaya untuk meminimalisir dan mencegah terjadinya bencana kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau akan membangun dan mendirikan satu posko induk dan di dukung delapan posko  lapangan yang lokasnya di masing-masing kecamatan.

“Rapat hari ini merupakan tindak lanjut dari surat keputusan bupati Nomor 247 tahun 2016 tentang penetapan siaga darurat penanganan bencana kebakaran hutan, lahan dan pekarangan serta kabut asap di Kabupaten Pulang Pisau tahun 2016,’’ kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau Salahudin melalui Sekretaris Rudi Purwadi usai mengikuti rapat.

Menurut Rudi, selain menyusun struktur organisasi dalam rapat ini juga dibahas dan upaya-upaya untuk mengaktivikasi posko-posko siaga darurat bencana Karhutla dengan melibatkan stake holder yang ada.

Yang sangat fundamental dan sangat vital kata Rudi adalah penyusunan struktur organisasi, bagaimana jika terjadinya bencana ditingkat lapangan sampai pengambilan keputusan, kebijakan, pelaksanaan hingga upaya-upaya pemadaman.

“Nah untuk itu, kita telah merencakan pembentukan sembilan posko, yakni satu posko induk dan delapan posko lapangan di masing-masing kecamatan,’’ ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkan, pembentukan posko- posko itu bertujuan untuk memudahkan komunikasi dan mendapatkan informasi.  Posko Induk di tingkat kabupaten yang lokasinya di Kantor BPBD Pulang Pisau akan di pimpin oleh Komandan Tanggap Darurat yang di jabat Kepala Pelaksana BPBD dan Wakilnya Pabung 1011 KLK Pulang Pisau.

Sedangkan delapan posko-posko lapangan masih kita usulkan dan menunggu persetujuan.

“Sesuai dengan petunjuk, masing-masing Posko  beranggotakan masing-masing 50 orang yang terdiri dari semua stake holder yang terlibat. Dengan berdirinya posko-posko ini kita harapkan semua bisa bekerja sama dengan baik dan saling mendukung, sehingga upaya-upaya yang kita lakukan akan lebih cepat, tepat dan terencana,’’ pungkasnya. (SGT/K-8)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua