• Hari ini : Senin, 20 Agustus 2018

Cucu Perkutut Irama Agung Rp70 Juta

Lomba burung perkutut yang digelar di Kota Citra A Yani Km 17 ini diikuti banyak peserta dan para burung perkutut jawara terbaik di Indonesia.

Banjarmasin, KP – H Tohir asal Madura pemilik burung perkutut Irama Agung yang sudah 3 kali menjadi juara Piala Radja Jogyakarta dan juara even lain di Indonesia, ditawar dengan harga fantastis Rp1,7 miliar hadir dalam kegiatan Liga Perkutut Indonesia piala KLH.

H Tohir kepada wartawan menjelaskan, ia memberikan apresiasi kepada pengurus P3SI Kalsel dan panitia yang bisa menggelar even skala nasional di Kota Citra A Yani Km 17 yang diikuti banyak peserta dan para burung perkutut jawara terbaik di Indonesia.

H Tohir mengatakan, untuk mendapatkan burung bagus seperti Irama Agung ini sangat sulit hingga 20 tahun lamanya sehingga burung perkutut jawara ini biasanya diternakan pemiliknya hingga menjadi jawara kembali.

“Untuk cucu turunan Irama Agung yang saya milikan anakannya saja bisa tembus dengan harga Rp70 juta per ekornya, dan hari ini cucu Irama Agung mengikuti lomba piala Kementrian Lingkungan Hidup Cup 2017 di Kota Citra dan berhasil meraih juara dikelas piyek,’’ katanya.

Umur Irama Agung saat ini sudah 5 tahun dan pihaknya ternakan, karena cukup banyak pesanan dari penghobi burung perkutut di Indonesia yang ingin membeli keturunan Irama Agung termasuk pengusaha batubara terkenal di Kalsel ini.

H Rusli asal Banjarmasin pemilik burung Pangeran Banjar yang juga sering meraih juara nasional dimana harga burungnya pernah mau ditukar dengan mobil Robicom terbaru, kepada wartawan menambahkan,

“Turunan Pangeran Banjar terus kami ternakan dan saat ini anakannya sudah 5 ekor, semua sudah mau siap diambil penghobi burung namun belum saya lepas,’’ ujarnya.

Termasuk peternak asal negara Thailand yang ingin sekali membelinya untuk diternakan turunannya dinegara tersebut karena tidak sedikit juga burung jawara lahir dinegara tersebut setiap tahunnya.

Ditambahkan pengusaha tambang ini, ajang Liga Perkutut Indonesia ini selain diikuti oleh para juara perkutut skala nasional, juga diikuti oleh burung perkutut handal asal Provinsi Kalimantan Selatan yang sudah banyak meraih kemenangan di tingkat nasional.

Ketua Pengwil Persatuan Pelestarian Perkutut seluruh Indonesia (P3SI) Kalsel, mengatakan, kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi sekaligus melestarikan burung Perkutut asli Indonesia.

“Kami optimis kegiatan ini akan berlangsung meriah, apalagi minat masyarakat Kalsel sangat tinggi terhadap perkutut,” ujar H Rusli di Kota Citra Jalan A Yani Km 17 Banjarbaru, Minggu (20/8).

Dukungan pengurus terhadap peternak perkutut juga sangat baik, dan Kalsel termasuk yang terbaik dalam bibit perkututnya.

“Saya sendiri memiliki burung perkutut yang bernama Pangeran Banjar sudah beberapa kali menjuarai lomba seperti di Gubernur Cup Kalsel, juara pariwisata Bali, piala Radja Jogja,’’ jelasnya.

Kini tinggal diternakanan saja lagi, untuk harga burung perkutut memang ada yang mahal harganya, terutama setelah menang lomba yang jelas hoby memelihara perkutut ini akan membuat hati senang dan tenang.

Ketua Panitia Liga Perkutut Indonesia KLH Cup 2017, Winardi Sethiono mengatakan, yang ikut dalam KLH Cup 2017 inisebanyak  200 burung perkutut dari seluruh Indonesia.

Terutama para perkutut juara dan bahkan pemilik  perkutut termahal harganya mencapai Rp 1,7 miliar pun ada dengan nama burung Irama Agung yang dimiliki H Tohir dari Madura. (hif/K-5)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua