• Hari ini : Selasa, 16 Oktober 2018

Dana Bantuan Lambat Picu Kegelisahan

hal-14-3-klm-mtp-fasilitas-umum-upl

Banjarmasin, KP – Sejumlah pembakal termasuk Desa Sungai Hambuku, Nor Ifansyah, makini gelisah menanti pencairan dana desa tahap II.

Maklum saja, dana desa tahap ke II itu diperlukannya untuk membayar biaya alat berat untuk pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) Pampanglaki.

Nor Ifansyah menjelaskan,kucuran dana desa tahap pertama sebesar Rp350 juta mereka gunakan untuk membangun Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang enam kilometer di handil Handil Tujuh, Handil Enam, Handil Lima serta sebuah gedung TK AlQuran.

Sedangkan, Handil Pampanglaki ini sebenarnya dananya tidak mencukupi untuk dilaksanakan dari dana desa tahap pertama.

Namun, karena pertimbangan alam khawatir eksavator tidak bisa bekerja jika musim penghujan akhirnya dikerjakan terlebih dahulu dengan anggaran dibayarkan setelah dana desa tahap II dikucurkan.

“Namun, sampai sekarang dana desa belum juga cair. Padahal, nilainya mencapai Rp75 juta. Kita harus menanggung resiko ditagih pemilik alat untuk biaya pembangunan JUT di Handil Pampanglaki jika sampai dananya tidak turun. Dan jika sampai tidak turun, tahun depan dana desa kita bisa dikurangi,” katanya.

Camat Martapura Barat, Ahmad Rabbani, mengatakan sudah menyampaikan SPJ serta permohonan untuk pencairan dana desa tahap ke II ini ke BPMPD.

Tapi, dananya belum turun. Dia khawatir, dana tersebut sampai tidak dikucurkan karena waktunya sudah sangat mepet di pertengahan bulan Desember .

“Makanya, kami sudah wanti-wanti pambakal untuk tidak mendahului pekerjaan sebelum dananya turun. Ini kita khawatirkan terjadi,” kata Rabban.(wan/K-5)

Tag:
loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua