• Hari ini : Sabtu, 21 Juli 2018

Danau Bulat Desa Jahanjang Dikunjungi Wisatawan Jerman

Pemandu wisata Danau Bulat, Sarwepin (kaos biru) saat foto bersama lima mahasiswa asal Jerman di Desa Jahanjang Kecamatan Kamipang, belum lama ini.
Pemandu wisata Danau Bulat, Sarwepin (kaos biru) saat foto bersama lima mahasiswa asal Jerman di Desa Jahanjang Kecamatan Kamipang, belum lama ini.

Kasongan, KP  – Kendati Danau Bulat di Desa Jahanjang Kecamatan Kamipang belum begitu familiar ditelinga masyarakat katingan, namun ternyata gaungnya sampai hingga ke mancanegara.

Bahkan baru-baru ini Danau Bulat kedatangan lima wisatawan asal Jerman. Kelima mahasiwa itu dua diantaranya merupakan wanita atas nama Franziska Braunschaedel dan Franziska Herath.

Sedangkan tiga sisanya yaitu Jerome Kayser, Malte dan Christian.

Mereka merupakan mahasiswa disalah satu perguruan tinggi di Jerman yang sedang liburan semester.

Informasi wisata alam di Desa Jahanjang itu mereka dapat setelah tertarik melihat potensi alam Danau Bulat melalui mesin pencari google.

“Mereka berkunjung sejak Kamis tanggal 27 hingga 29 Oktober. Sengaja datang karena penasaran dengan potensi panorama alamnya yang begitu indah di Danau Bulat. Saya juga tidak menyangka gaung Danau Bulat sampai ke luar negeri, apalagi kawasan Eropa,’’ ungkap Sarwepin pemandu sekaligus pengelola wisata di Desa Jahanjang kepada wartawan, Selasa  (1/11).

Menurut Ketua LKPPRRL Provinsi Kalteng itu, fasilitas di Danau Bulan sudah dilengkapi bangunan Guest House untuk sekedar melepas lelah maupun tempat inap para wisatawan domestik maupun mancanegara yang hendak bermalam.

Hal ini membuktikan bahwa objek wisata Danau Bulat sudah dikenal dan didengar di luar negeri.

“Membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan darat dari Kota Palangka Raya menuju Desa Jahanjang melalui Kota Kasongan,’’ jelasnya.

Di dalam Guest House sudah disediakan kamar dan juga kasur empuk yang cukup memadai untuk melepas lelah.

Biasanya pengunjung memanfaatkan waktu dengan berenang maupun bedayung di danau.

“Lebih seru lagi jika anda berkunjung bersama keluarga, dan orang-orang tercinta anda. Biaya tak terlalu mahal, dengan tarif menginap Rp100 ribu untuk wisatawan lokal. Dan Rp150 ribu untuk wisatawan mancanegara per orang per malamnya,’’ kata Sarwepin.

Memang disadari bahwa fasilitas yang ada belum sepenuhnya memadai. Namun kekurangan itu malah ditanggapi para wisatawan luar negeri ini sebagai suatu keunikan tersendiri. Pasalnya pengunjung bisa menikmati suasana alam yang begitu asri.

“Di lokasi banyak dijumpai berbagai jenis burung yang selalu berterbangan mencari makan di pepohonan, serta potensi ikan-ikan air tawar yang sangat melimpah,’’ sebutnya. (isn/K-8)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua