• Hari ini : Senin, 23 Juli 2018

Danrem 101 Antasari Laporkan ke Menhut Soal 7 Ribu Lebih Log

CEK KAYU - Danrem 101 ANT (Antasari), Kolonel Kav Yanuar Adil, ketika cek kayu yang diamankan. (KP/Opiq)
CEK KAYU – Danrem 101 ANT (Antasari), Kolonel Kav Yanuar Adil, ketika cek kayu yang diamankan. (KP/Opiq)

Banjarmasin, KP – Komandan Korem (Danrem) 101 Antasari, Kolonel Kav Yanuar Adil telah melaporkan soal temuan 7 ribu potong lebih kayu log ke Menteri Kehutanan (Kenhut).

Sebelumnya, puluhan anggota TNI dari Intel Kodim 1005 Marabahan, Korem 101 Antasari dan Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan Propinsi Kalsel  mengamankan kayu log atau gelondongan yang dimilirkan dari Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Begitu melakukan penangkapan kayu tersebut langsung melaporkan ke Menhut, ibu Siti Nurbaya. Ibu menteri mengatakan akan bentuk tim menyelidiki,

Ini keseriusan beliau dan terbukti anggota kita ada di telepon dari pihak Kehutanan Kalteng bertanya dimana posisi kayu, Dishut Kalteng akan turun juga,’’ jelas Danrem, kepada awak media, ketika melakukan pengecekan kayu itu di Muara Belandaian, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Senin (28/11).

Namun dari semua, Danrem mengaku belum mengetahui siapa pemiliknya serta belum mengetahui pula jumlahnya.

“Saya belum tahu jumlah pastinya, nantinya akan ada juru ukur yang datang. Untuk penyidikan kayu ini sendiri akan mereka limpahkan ke kepolisian,’’ ujr4anya lagi.

Pada bagian lain dengan tegas Danrem mengatakan jika ada oknum TNI yang membekingi akan mereka tindak tegas.

“Mari sama-sama monitor jangan sampai kasus ini menguap begitu saja,’’ ujarnya seraya menambahkan  kayu itu memiliki dokumen kayu kebun namun ternyata ada kayu meranti di dalam rakit tersebut.

Danrem mengatakan pula dasar mereka melakukan penangkapan kayu ini yakni Inpres No 4 Tahun 2005. Dimana Panglima TNI dan jajaran bisa melakukan penangkapan kayu ilegal dan dan UU No 18 Tahun 2014 Tentang pemberantasan kayu ilegal.

Sementara, H Yadi yang mengaku perwakilan dari pemilik kayu rakyat menyatakan bingung, karena menurutnya kayu log tersebut sudah lengkap dokumennya.

“Bingung dan heran sampai jadi bengini. Kalau mau diukur, ya silahkan dari pihak terkait,’’ ujarnya, kepada awak media, kemarin seraya memperlihatkan sejumlah dokumen dan ijin milir dari Muara Teweh Kalteng.

“Ini ijin berdasarkan surat dari instansi di Kalteng dengan kop surat yang ditadangani semua pihak. Kalau ada meranti, yang namanya kayu hutan, ya campur,’’ ujarnya.

Ia juga mengaku kalau kayu adalah pesanan dari sejumlah pengusaha di Alalak dan Berangas Kalsel. (K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua