• Hari ini : Selasa, 17 Juli 2018

Data Kesehatan, Berpengaruh Bagi IPM

RSUD H Badaruddin Tabalong. (KP/Rosadi )

Tanjung, KP – Adanya data yang tumpang tindih, pada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Tabalong. Maka diminta segera dibenahi sebab data tersebut sangat berpengaruh pada evaluasi Indeks Pembangunan Manusia (APM).

Hal itu, diungkapkan Kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong dr H Taufiqurrahman Hamdie M.Kes, belum lama tadi, dalam acara pemutakhiran data kegiatan kesehatan keluarga di gedung Pusat Informasi Pembangunan Tanjung.

Dari paparannya hari itu, Kepala Dinkes yang baru saja menduduki jabatannya tersebut terungkap bahwa sebagai upaya untuk mengevaluasi cakupan hasil pelayanan kesehatan keluarga dan menyamakan presepsi dan sinkronisasi data kesehatan keluarga ibu dan anak, maka Dinkes Kabupaten Tabalong mengumpulkan setidaknya ada 90 orang tenaga kesehatan dari Puskesmas kecamatan lingkup Kabupaten tabalong, “dengan dikumpulkannya tenaga kesehatan puskesmas dari seluruh kecamatan ini hendaknya dapat memberikan perubahan data yang signifikan. Sebab, untuk pengolahan data di puskesmas ada terdapat data yang tidak sinkron dan tumpang tindih,” ujarnya.

”Karena terus terang kesehatan ibu dan anak ini, untuk pendataannya sangat penting. Karena berpengaruh dengan IPM di Tabalong,” sebut Taufiqurrahman.

Dalam kesempatan itu, Taufiqurrahman juga menambahkan, bahwa data dan informasi kesehatan diperoleh melalui penyelenggaraan sistem informasi kesehatan, baik dari fasilitas pelayanan kesehatan, unit-unit kesehatan lainnya, sektor terkait, maupun dari hasil berbagai survei.

Untuk itu, menurut Taufiqurrahman, sistem Informasi Kesehatan diharapkan dapat menghasilkan data dan informasi kesehatan yang lengkap, akurat, dan terkini sehingga dapat dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan/kebijakan bidang kesehatan di Kabupaten Tabalong. Sebab desentralisasi di bidang kesehatan membawa implikasi terhadap meningkatnya kebutuhan akan data dan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan di daerah. “Wewenang dan peran pemerintah daerah baik di provinsi maupun kabupaten kota menjadi lebih besar termasuk dalam pengelolaan data dan informasi,” demikian pungkas Taufiqurrahman.

Terkait IPM, Kabupaten Tabalong yang berjuluk `Bumi Saraba Kawa` ini berhasil naik ke peringkat tiga atau menunjukkan perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat yang signifikan, jika dibandingkan sebelumnya menempati posisi kesembilan di Kalimantan Selatan.

Peningkatan IPM di Kabupaten paling utara Kalsel ini tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah dalam menyediakan pendidikan yang murah dan berkualitas termasuk perbaikan layanan kesehatan, temasuk layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

RSUD H Badaruddin Kabupaten Tabalong, sendiri yang  kini berubah nama menjadi RSUD H Badaruddin Kasim, bersamaan dengan pindahnya lokasi rumah sakit dari Jalan Jaksa Agung Suprapto ke Jalan Tanjung Baru, Desa Maburai, telah menempati gedung baru yang tersedia 400 tempat tidur  terdiri Kelas 1,2,3, VIP dan SVIP. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan dengan lokasi lama yang hanya berjumlah 110 tempat tidur, yang juga direncanakan akan disediakan ruang rawat inap khusus bagi tahanan dan fasilitas rehab narkoba.

Dari penjelasan Taufiq sebelumnya, RSUD H.Badaruddin Kasim yang tengah bersiap akreditasi rumah sakit tipe B ini memiliki 16 poliklinik, meningkat dua klinik dibanding lokasi lama. Di RS yang baru ada penambahan poli Napza dan poli voluntary counseling test (VCT).

Selain itu, RSUD H. Badaruddin Kasim juga memiliki layanan unggulan berupa hemodialisa yang memberikan layanan cuci darah bagi pasien rawat jalan dan rawat inap. Layanan ini didukung dokter umum dan perawat yang bersefitikat hemodialisis.

Menurutnya, tersedia pula peralatan kesehatan canggih seperti treadmil dan ekokardiografi untuk layanan cardiac center yang ditunjang tenaga ahli jantung yang mumpuni dan paramedis yang dilatih khusus.

RSUD H. Badaruddin Kasim yang memiliki 23 orang tenaga dokter spesialis dan dokter umum ini juga memberikan layanan medical check up audiometri dan spirometri bagi karyawan perusahaan dan instansi, serta penunjang reagent (tes narkoba) dan radiologi.

Berdasarkan hasil survei dari Badan Pusat Statistik, angka IKM 2015 berada di 61.53, dan mengalami peningkatan ke angka 71,67 di tahun 2016. Ke depannya, RSUD H. Badaruddin Kasim akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. (ros/K-6)

 

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua