• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Data Perumahan Antar Kabupaten/Kota Belum Akurat

Sekdaprov Kalsel HM Arsyadi, saat membuka Forum Singkronisasi Provinsi Kalsel, Rabu (31/8).
Sekdaprov Kalsel HM Arsyadi, saat membuka Forum Singkronisasi Provinsi Kalsel, Rabu (31/8).

Banjarmasin, KP – Data perumahan antar kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) belum akurat.

Bahkan, Pemprov Kalsel belum memiliki data berapa perumahan yang dibutuhkan secara riil.

Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M Arsyadi, data yang akurat sangat dibutuhkan guna mengambil kebijakan.

Sebab, lanjutnya, data yang salah maka kebijakan pemerintah juga tidak mengena dengan sasaran.

“Perencanaan kalau tidak didukung data yang baik sia-sia, kalau salah memberikan data berikutnya sia-sia. Pengambilan keputusan memerlukan data yang akurat,’’ kata Arsyadi, saat membuka kegiatan Forum Sinkronisasi Provinsi Kalsel, Rabu (31/8), di Hotel G’Sign.

Ia menjelaskan, dasar dari perencanaan adalah data. Oleh karenanya, diperlukan data yang akurat, tepat dan juga valid.

Untuk itu, pada kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari itu, Sekda meminta, data yang betul-betul tepat.

Karena selama ini belum ada data akurat antar kabupaten/kota. Selama ini belum ada sinkronisasi.

“Supaya betul-betil dilihat kevalidan, sehingga kebijakan benar benar sesuai yang diharapkan. Perencanaan dan pembangunan itu ditinjau karakter dan kearifan lokal daerah, sehingga benar-benar maksimal untuk masyarakat. Tujuan pembangunan perumahan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ini juga termasuk program pemerintah provinsi untuk meningkatkan kesejahteraan dan akhirnya menaikan Indek Pembangunan Manusia (IPM),’’ urainya.

Dikatakan, mengapa selama ini tidak memiliki data kebutuhan rumah antar kabupaten/kota, dikarenakan belum ada penugasan mengkoordinir.

Ia menyebut, baru tahun ini diberikan tugas mengkoordinir.

Ke depan, kata Sekda, dengan adanya dinas baru yaitu Dinas Cipta Karya dan Perumahan Rakyat, maka akan disampaikan kebutuhan rumah se Kalsel.

“Dari kegiatan ini kami berharap, berapa jumlah kebutuhan rumah se Kalsel dapat diketahui. Selama ini belum ada data itu, karena kewenangannya di kabupaten/kota. Setelah ada data, akan kami sampaikan kebutuhan rumah di Kalsel, tahun depan baru anggaran turun. Melalui dinas baru juga akan ialokasikan dana dari APBD. Makanya data harus difinalkan, jangan ada tambahan lagi itu berkaitan kebijakan,’’ tegasnya.

Senada, Kabid Cipta Karya Dinas PU Kalsel, Edy Sofian mengaku, belum ada data kebutuhan perumahan secara riil. Namun, katanya, untuk data kawasan kumuh dan rumah swadaya sudah ada.

“Nah semuanya akan disinkronkan di sini. Hari ini (kemarin,red) kita mengumpulkan data kebutuhan perumahan di Kalsel. Data memang sudah ada tapi belum akurat, sekarang kami akurasi,’’ tuturnya.

Diuraikannya, dengan sumber alokasi APBN pada 2016 ini sudah ada pembangunan rumah susun santri di HSU. Jumlahnya untuk 240 santri. Selain itu, lanjut Edy, juga ada pembangunan rumah swadaya dengan jumlah total Rp36 miliar.

“Ada 5 kabupaten yang sudah jalan rumah swadaya. Ini bantuan ke masyarakat dalam bentuk bahan bangunan, pelaksanaannya tetap masyarakat. Nilainya bisa Rp2 juta sampai Rp5 juta satu rumah. Tapi bukan dikasih cast cuma dibelikan bahan bangunan,’’ bebernya. (mns/K-2)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua