• Hari ini : Jumat, 19 Oktober 2018

`Dibanjiri’ Miras dan Tumpukan Narkoba

Banjarbaru, KP – Lahan milik Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) di kawasan A Yani Km 21 Liang Anggang Banjarbaru, `dibanjiri’ minuman keras (miras) dan tumpukan narkoba.

Dari lokasi, aroma menyengat, terlebih saat puluhan botol minuman keras dilemparkan ke arah satu lubang, Rabu (16/5).

Selain mirasn, barang bukti narkoba tercatat 2,4 kilogram shabu dan 744 butir ekstasi, dari jaringan Lapas Karang. Sementara jumlah miras 6.066 botol minuman keras pabrikan, 969 botol miras oplosan, 1.183 liter tuak, 182 botol arak serta 2.269 botol minuman berbahaya.

Semua tak lain pemusnahkan hasil giat jajaran Polda dan jajaran Polresta Banjarmasin, Polres Banjarbaru, Polres Banjar, Polres Tanah Laut, Polres Batola, dan Polres Tapin

Yakni hasil Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD) dimulai tanggal 13 – 15 Mei 2018.

“Kita sengaja musnahkan jelang Ramadhan, sebagai penanda Polri, TNI dan pemerintah siap mengamankan bulan puasa dari segala tindakan kejahatan dan penyakit masyarakat.

Untuk acara ini kita undang juga para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat agar sama-sama menggelorakan kedamaian, ketentraman dan kekhusyukan dalam menghadapi Ramadan,’’ taka Kapolda Kalsel, Brigjen Polisi Rachmat Mulyana, kepada {[wartawan]}.

Pihkanya sudah mengantisipasi penyalahgunaan miras, termasuk narkotika.

Polri dan TNI khususnya, disamping patroli skala besar mengantisipasi kejadian teror, jika menemukan kerumunan orang menggunakan minuman keras, pasti ditindak. “Sekalipun itu hanya tipiring, langsung kita tindak untuk memberikan efek jera,’’ ujarnya lagi.

Pemusnahan menjadi momentum Polri bersama TNI, Bea Cukai, BNN dan stakeholder lainnya, telah berbuat sesuatu mengantisipasi gangguan kamtibmas jelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Turut hadir, Danrem 101/Antasari, Kolonel Inf Yudianto Putrajaya, Kepala Badan Kesbangpol Kalsel, Taufiq Sugiono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Yusuf Effendi serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalsel

Pada bagian lain kapolda berharap, ormas-ormas Islam yang sering melakukan sweeping pada bulan Ramadhan, untuk menahan diri dan menyerahkan masalah keamanan ini kepada pihak kepolisian saja.

“Kami sudah mengumpulkan para pengelola Tempat Hiburan Malam (THM) di Kalsel.

Tentunya untuk mengingatkan soal jam operasional selama Ramadhan, atau sesuai aturan yang berlaku di daerah masing-masing untuk menutup kegiatan selama Ramadhan. Dengan begitu, tidak perlu ada sweeping,’’ tegasnya. (wan/K-2)

 

 

 

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua