• Hari ini : Kamis, 26 April 2018

Dibongkar Ribuan Ekstasi Produk Luar Negeri

EKSTASI – Kasubdit I Dit resnarkoba Polda Kalsel, AKBP Rahmad Budi Handoko didampingi Kanit I, Kompol Hadi S, ketika gelar hasil pengunkapan pil ekstasi {{built-up]}, Senin (5/12). Sementara pelaku Supiani alias Ani (31) (bawah) yang diringkus. (KP/Aqli)
EKSTASI – Kasubdit I Dit resnarkoba Polda Kalsel, AKBP Rahmad Budi Handoko didampingi Kanit I, Kompol Hadi S, ketika gelar hasil pengunkapan pil ekstasi {{built-up]}, Senin (5/12). Sementara pelaku Supiani alias Ani (31) (bawah) yang diringkus. (KP/Aqli)

Banjarmasin, KP – Polda Kalsel membongkar peredaran pil ekstasi built-up atau dari Luar Negeri, dan anggota yang melakukan penyergapan ditabrak mobil pelaku.

“Ia pil ekstasi itu untuk POlda Kalsel dinilai jinis baru, dan pelaku tabrakan mobil ke anggota yang melakukan penyergapan. Untungnya bisa dihindari,’’ kata Direktur Dit Narkoba, AKBP Jimmy A melalui Kasubdit I, AKBP Rahmad Budi Handoko didampingi Kanit I, Kompol Hadi S, kepada awak media, Senin (5/12).

Dari semua, seorang dari dua badar ribuan ekstasi ditangkap atas nama Supiani alias Ani (31), warga Jalan Bhakti Rt 10 Desa Bati-bati, Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Darinya berhasil disita bersama barang bukti 1000 butir lebih pil ekstasi.

Kasusnya terungkap, Senin silam (28/11), namun untuk memastikan kalau barang bukti yang berhasil disita itu adalah narkoba, pihak polisi mengirim ke B-POM.

Hasilnya tak bisa dideteksi apakah mengandung unsur narkotika.
“Terpaksa kita harus melakukan tes uji laboratorium di Porensik Surabaya, karena barang bukti yang berhasil disita mempunyai bahan kandungan baru dan laboratorium yang bisa memeriksa adalah di Surabaya,’’ tambah Kompol Hadi.

Bahkan, Sabtu (3/12) baru diketahui hasil uji lab-nya yang menyatakan kalau ekstasi yang berhasil disita mengandung metelon dan XLR/11 yang merupakan bahan terbaru, namun sama kandungannya dengan pil ekstasi yang biasa ditemukan serta lebih mahal harganya.

“Ini ada dalam peraturan Menteri Kesehatan tentang perubahan penggolongan narkotika No 13 Tahun 2014,’’ jelas AKBP Rahmad Budi Handoko.

Dari kasusnta itu, Polda Kalsel nyatakan, satu tersangka lagi bernama Amir (40), yang berhasil kabur saat penyergapan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Terungkap kasus itui berdasarkan informasi masyarakat yang menyatakan kalau tersangka Amir bisa menyediakan narkoba dalam jumlah besar,’’ ujar Rahmad.

Menindaklanjuti laporan, pihaknya melakukan penyergapan dengan cara melakukan penyamaran dan berhasil memesan narkoba kepada tersangka Amir.

Sesuai kesepakatan transaksi dilakukan di tepi Jalan A Yani dekat jembatan 3 di samping warung paman Fadlan, Bati-bati.
Dan tersangka Amir menyuruh Supiani alias Ani menyerahkan pil itu kepada petugas yang menyamar.

Begitu tersangka Supiani menyerahkan, ia langsung ditangkap. Sedangkan tersangka Amir melihat teman ditangkap langsung menabrakkan mobil yang dikemudikannya kepada petugas yang menghalau.

Setelah berhasil menangkap tersangka Supiani alias Ani, polisi langsung melakukan penggeledahan ke rumah Amir Jalan Pelabuhan Rt/Rw 03/02 Desa Banua Raya Bati-bati dan ditemukan barang bukti lagi 298 pil yang sama logo Superman dan tiga paket shabu berat 14 gram. (K-4)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua