• Hari ini : Jumat, 19 Januari 2018

Digerebek, Loncat dari Jendela

10-2-klm-ss-teweh

Muara Teweh, KP – Kepolisian Resor Barito Utara, Kalimantan Tengah, melakukan pengerebekan dan menangkap dua orang yang diduga sebagai pengedar narkoba jenis shabu-shabu.

“Dua tersangka penjual narkoba itu diamankan beserta sejumlah barang bukti yang ditemukan di rumah sewaanya,’’ kata Kasat Narkoba Polres Barito Utara AKP Tugiyo di Muara Teweh, Rabu (21/9).

Kedua tersangka masing-masing bernama Bisman Riko Tampaty alias Riko (30) warga Desa Luwe Hulu RT 1 Kecamatan Lahei Barat dan Devi Satriadi (29) warga Jalan Akasia RT 6 Muara Teweh.

Para tersangka ditangkap polisi di rumah barak yang di sewa Riko di Jalan Simpang Pramuka I RT 27 Muara Teweh pada Rabu (21/9) sekitar pukul 12.00 WIB.

Setelah petugas Satresnarkoba mendapat informasi bahwa di rumah sewaan tersangka sering digunakan untuk transaksi narkoba jenis shabu, kemudian petugas melakukan pengamatan dan langsung melakukan penggeledahan dan menemukan pelaku diduga sesaat setelah menggunakan shabu.

“Saat melihat polisi datang, tersangka Devi berupaya kabur dengan meloncat dari jendela, namun karena jendela itu cukup tinggi dari tanah sehingga pelaku terjatuh dan sejumlah polisi melakukan pengejaran, saat ditemukan tersangka tidak bisa berjalan karena kaki kiri karena patah,’’ kata Tugiyo.

Dalam penggeledahan itu polisi juga mengamankan barang bukti berupa dari Riko yakni timbangan digital dan sarungnya, sendok takar dari kertas rokok, dompet warna coklat berisi uang tunai Rp550.000, dua buah ATM mandiri dan BRI.

Selain itu, telepon genggam warna hitam merah, bungkus plastik klip bening masing-masing satu buah dan satu paket kecil diduga narkotika jenis shabu seberat 0,27 gram bruto.

Sedangkan di tangan Devi diamankan bungkus rokok warna hijau terdapat satu paket kecil, satu buah dompet kecil warna abu-abu berisi satu bungkus paket besar.

Satu bungkus berisi dua paket sedang berat seluruhnya 7,89 gram bruto dan satu bungkus plastik klip kecil, dompet berisi uang tunai Rp2.150.000.

Kemudian dua buah sendok takar terbuat dari sedotan dan kertas, satu timbangan digital, satu HP Nokia 103 warna biru, enam lembar bukti tranfer, dua kartu ATM bank BNI dan BRI, satu bungkus pastik klip bening, dompet merk Bilabong warna hitam.

Tugiyo mengatakan, para tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat dengan Pasal 112 Ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini hingga para pelaku bandar lainnya bisa tertangkap,’’ katanya. (net/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua