• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Dihentikan Pencarian Nenek

10-1-klm-nene-iyut

Balangan, KP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, menghentikan pencarian Nenek Iyut (80) warga Desa Kupang, Kecamatan Lampihong.

Kepala BPBD Balangan Alive Yoesfah Love mengatakan, pencarian dihentikan sementara sejak Sabtu (25/9) karena empat hari pencarian, tim tetap tidak menemukan hasil.

“Kita belum mendapat kepastian, di mana beliau, dan dari kepolisian sendiri juga belum bisa mendapatkan keterangan dari saksi, apakah Nenek Iyut di sungai atau di daratan,” ujarnya.

Selain itu  lanjut Alive, pihaknya juga terus memantau perkembangan serta menjalin kerjasama dengan BPBD serta Tagana dari Kabupaten Hulu Sungai Utara.

“Kita hentikan pencarian, namun begitu, kita sudah bekerjasama dengan BPBD dan Tagana Kabupaten Hulu Sungai Utara, yang berada di hilir sungai Balangan, apabila mendapatkan tanda-tanda jenazah di sungai untuk memberikan informasinya,’’ jelasnya.

Apabila ada kepastian dimana nenek Iyut, pihaknya akan siap turun kembali untuk melakukan pencarian, tutupnya.

Sementara itu, Abdul Tahmid (35) tersangka kasus senjata tajam, orang yang terakhir bersama Nenek Iyut di dalam rumah sebelum dinyatakan hilang pada Selasa (20/9) belum bisa dimintai keterangannya.

Sebelumnya Kapolres Balangan, AKBP Moh Zamroni mengungkapkan, Abdul Tahmid alias Frendy yang diamankan di Mapolres Balangan terkait kasus sajam, belum bisa dimintai keterangan mengenai keberadaan neneknya.

“Setiap ditanya tentang nenek Iyut jawabnya selalu `Rahasia Ilahi’, sementara untuk pertanyaan dan kasus sajam, masih bisa dimintai keterangannya,’’ ujarnya.

Saat ini, lanjut Sarjana Ilmu Kepolisian yang cukup ramah dan akrab dengan para media di Balangan ini, pihak Satuan Resort Kriminal (Reskrim) terus melakukan pendekatan kepada Abdul Tahmid.

“Kita terus melakukan pendekatan agar yang bersangkutan bisa memberitahukan di mana keberadaan menek Iyut, untuk mempermudah pencarian,’’ katanya.

Terkait, Abdul Tahmid alias Frendy yang dikenakan kasus sajam, karena belum ada bukti ia melakukan pembunuhan maupun penganiayaan, serta tidak ada ditemukan korban. (net/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua