• Hari ini : Jumat, 19 Januari 2018

Dinas Pengairan Kerahkan Exsavator Bersihkan Saluran Irigasi

hal-11-25-klm-exsavator

Pulang Pisau, KP – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bidang Pengairan akhirnya menurunkan exsavator (Alat Berat) untuk membersihkan saluran irigasi (Draniase) yang menjadi penyebab terjadinya banjir.

Pasalnya, buruknya sistem drainase ini berdampak pada banjir dan genangan air yang terjadi di sejumlah wilayah di Pulang Pisau, misalnya, banjir yang terjadi di Komplek Perumahan Ray II, Kecamatan Kahayan Hilir ini diduga karena sistem draniase yang tidak berfungsi dengan baik, sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar.

“Kita akui, bahwa sistem draniase yang ada ini tidak terkoneksi dengan baik, sehingga pembuangan air menjadi terhambat,’’ kata Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pulang Pisau, Erlin Hardi saat di temui awak media di lokasi pembersihan saluran air (Draniase) Jalan Lintas Trans Kalimantan, kemarin.

Dikatakan Erlin, bahwa banjir yang terjadi ini, selain debit air yang cukup tinggi, sistem draniase yang ada juga belum bisa terkoneksi dengan baik. Disamping itu, pesatnya pembangunan di Pulang Pisau juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.

Karena, banyak pembangunan, seperti rumah dan bangunan lainnya selalu tidak memperhatikan pembuatan draniasenya. Ternyata kata Erlin, kesadaran masyarakat dalam membangun rumah, selalu mengindahkan pembuatan sistem pembuangan airnya.

“Coba lihat, banyak warga yang membangun rumah, tapi saluran irigasinya di tutup. Ini menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir, karena air jadi tidak dapat mengalir’’ katanya.

Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Hans Handekson mengatakan, bahwa malakukan monitoring terhadap saluran irigasi yang menjadi penyebab utama pembuangan air menjadi terhambat.

Seperti saluran irigasi yang ada di Jalan Lintas Trans Kalimantan ini menyempit, sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar. Bisa dikatakan, ini menjadi salah satu penyebab banjir yang terjadi di Komplek Perumahan Ray II.

Saluran irigasi yang menyempit ini kata Hans, kalau tidak di bongkar banjir tidak akan cepat surut.

“Kasihan dengan warga kita, maka saya minta bantu Dinas PU dalam hal ini Bidang Pengairan untuk menurunkan Exsavator untuk membongkar dan membersihkan beberapa saluran irigasi yang menjadi penyebab genangan air dimana-mana,’’ katanya.

Lebih lanjut diungkapkan, bahwa terkait dengan banjir ini, pihaknya akan terus melakukan monitoring dan menertibkan bangunan-bangunan yang menutup saluran irigasi.

Kalau ada bangunan yang yang sengaja menutup saluran airnya lanjut Hans, pihaknya tidak segan-segan akan membongkarnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat, apabila akan mendirikan bangunan, saluran irigasi yang ada jangan ditutup.

“Kita akan melakukan penertiban terhadap bangunan yang sengaja menutup saluran irigasinya dan kita akan bongkar,’’ pungkasnya.  (SGT/K-8)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua