• Hari ini : Senin, 23 April 2018

Dinas Peternakan dan Perikanan Tingkatkan Pengawasan

Hal-14 Foto 1 ---- 3 klm (tinggi 8 cm).jpg

Banjarmasin, KP – Menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 1437 Hijriah, Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Banjarmasin meningkatkan pengawasan terhadap masuk hewan sapi dan kambing khusus yang didatangkan dari luar daerah.

“Peningkatan pengawasan dilakukan guna mengantisifasi agar hewan kurban yang didatangkan ke Banjarmasin benar-benar sehat dan tidak terjangkit penyakit antraks,’’ kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, Ir Doyo Pudjadi.

Dihubungi KP, Sabtu (3/9), ia mengemukakan, peningkatan pengawasan terhadap dua jenis hewan kurban tersebut dilaksanakan sebenarnya secara rutin setiap tahun terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.

Menurutnya, saat ini hewan-hewan kurban, baik jenis sapi, kambing sudah mulai berdatangan masuk ke Kota Banjarmasin seperti dari Madura dan Nusa Tenggara Barat dan sejumlah daerah lainnya.

Ia juga mengatakan, sekitar 1.500 ekor sapi dan 2.500 kambing sudah didatangkan ke Banjarmasin, belum lagi yang dipesan jauh-jauh hari oleh masyarakat dari  daerah sendiri diantaranya seperti Kabupaten Tanah Laut dan Barito Kuala.

“Insya Allah stok hewan kurban pada tahun ini dijamin cukup tersedia,’’ ujarnya, seraya memprediksi berdasarkan pengalaman tahun ini kebutuhan hewan kurban di Banjarmasin sebanyak 1.500 ekor sapi dan kambing sebanyak 2.500 ekor.

Lebih jauh dikemukakan, tidak ada larangan mendatang hewan kurban dari daerah lain sepanjang seluruh hewan kurban yang didatangkan tersebut dilengkapi surat keterangan sehat dari daerah asalnya.

Itupun, katanya, setelah tiba di Banjarmasin selanjutnya ditempatkan di karantina, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kembali terhadap kondisi dan kesehatan hewan kurban tersebut.

Dikemukakan Doyo Pudjadi, adapun ciri-ciri hewan sapi yang terserang penyakit antraks, yakni diantaranya mengeluarkan cairan merah kehitaman dari mulut atau hidung.

Pada bagian lain ia mengakui, di Kota Banjarmasin akibat keterbatasan lahan tidak ada peternakan sapi dan kambing, sehingga untuk menucukupi kebutuhan khususnya pada Hari Raya Kurban harus didatangkan dari luar daerah. (nid/K-5)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua