Dinkes Masifkan Sosialisasi Imunisasi Campak Dan Rubella

ditulis pada 12 Agustus 2017

Imunisasi Campak.

Paringin, KP – Imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara masal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan <15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

Guna mencegah penyakit campak dan rubella yang menyerang anak-anak, Dinas Kesehatan Balangan memasifkan sosialisasi tentang imunisasi campak dan rubella ke sejumlah pihak terkait dan pemangku kepentingan dalam rangka menyukseskaan program nasional tersebut.

“Sosialisasi sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu, kami menyasar semua pihak, mulai dari PKK, aparatur pemerintahan, tenaga kesehatan hingga Dinas Pendidikan,” kata Kadinkes H Nasa’i kepada awak media, belum lama tadi.

Nasa’i mengatakan, upaya sosialisasi telah memasuki tahapan akhir yakni kepada Dinas Pendidikan yang akan mengkoordinaskan kelancaran kegiatan imunisasi campak dan rubella di tingkat sekolah.

“Imunisasi campak dan rubella ini diperuntukkan bagi anak-anak dari usia 9 bulan sampai 15 tahun,” katanya.

Ia menjelaskan, imunisasi campak dan rubella ini menyuntikkan vaksinasi MR dalam rangka melindungi anak-anak dari penyakit Campak dan Rubella yang dapat menyebakan cacat dan kematian.

Diakuinya, program pencegahan penyakit Campak dan Rubella sejak dini ini, hanya dilakukan di pulau Jawa sedang di luar Jawa baru dilaksanakan pada tahun 2018 yang merupakan fase kedua.

“Program pemerintah ini akan dilaksanakan dalam 2 fase, fase pertama dilaksanakan bulan Agustus dan September 2017 di Pulau Jawa. Dan fase kedua tahun 2018 dan akan dilaksanakan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ditambahkannya, pemberian imunisasi dalam bentuk vaksin MR ini dilakukan dengan cara suntik, sehingga petugas yang melaksanakannya benar-benar sudah tersertifikasi.

Terkait penyakit Campak dan Rubella, Nasa’i menjelaskan, kedua penyakit tersebut adalah penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus.

Anak atau orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi Campak dan Rubella, atau yang belum pernah mengalami penyakit yang beresiko tinggi tertular.

“Campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak, kebutaan, gizi buruk bahkan kematian,” katanya.

Sedangkan Rubella, lanjutnya, biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecatatan pada bayi yang dilahirkan.

“Program imunisasi campak dan rubela dalam rangka program Pemerintah Indonesia di tahun 2020 eliminasi campak dan kendalikan kasus Rubella. Maka itu dilakukan imunisasi massal, dan gratis pada tahun 2018 nanti,” imbuhnya. (jun/K-6)

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.