• Hari ini : Selasa, 23 Januari 2018

Diproyeksikan Terbesar Se-Banua Enam

Bupati Tabalong - H Anang Syakhfiani (kiri) menekan tombol mobil pengangkut semen sebagai tanda dimulainya pembangunan RSUD H Badaruddin Kasim di Maburai Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan. (KP/Rosadi)
Bupati Tabalong – H Anang Syakhfiani (kiri) menekan tombol mobil pengangkut semen sebagai tanda dimulainya pembangunan RSUD H Badaruddin Kasim di Maburai Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan. (KP/Rosadi)

Tanjung, KP – Pengerjaan pembangunan RSUD H Badaruddin di Desa Maburai Kecamatan Murung Pudak yang sempat terhenti akhirnya dilanjutkan kembali, pembangunan lanjutan RSUD yang diproyeksikan menjadi yang terbesar se-Banua Anam tersebut secara resmi ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Tabalong.

Pembangunan yang dimulai tahun 2011 lalu ini merupakan sebuah cita-cita besar Pemerintah Kabupaten Tabalong untuk memberikan fasilitas kesehatan yang berkualitas untuk masyarakat, walau sempat terhenti beberapa tahun dikarenakan melengkapi persyaratan  perijinan yang ditargetkan tahun 2017 sudah bisa difungsikan, “minimal dijadikan perkantoran rumah sakit terlebih dahulu,” ucap Bupati Tabalong Drs H Anang Syakhfiani M.Si, pada acara peletakan batu pertama pembangunan lanjutan RSUD H Badaruddin Kasim Tanjung dan penyerahan ambulance serta kendaraan operasional bagi tenaga kesehatan di daerah terpencil pada belum lama tadi di lokasi pembangunan RSUD H. Badaruddin Kasim Tanjung Desa Maburai tersebut.

Dari keterangan yang didapat di lapangan, selama jeda pembangunan untuk melengkapi perijinan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabalong juga berupaya untuk mengurus bantuan dari pusat untuk pembiayaan pembangunan fisik RSUD agar tidak terlalu membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tabalong, “Alhamdulillah dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat, kita dapat Rp48,5 miliar,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, Arianto dalam laporannya hari itu.

Dari laporan rencana pembangunan hari itu, Pemkab rencananya akan melakukan beberapa pembangunan lanjutan tahun 2016, yakni antara lain Gedung Instalasi Radiologi, Instalasi Rawat Inap Anak, Instalasi Laboratorium Medis, Instalasi Farmasi, Pembangunan Tahap II Instalansi Gawat Darurat, ICCU dan lain-lain dengan total dana pembangunan sebesar Rp57, 5 miliar yang bersumber dari dana APBN dan APBD Kabupaten Tabalong.

Rumah Sakit Umum Daerah yang nantinya akan dinamai RSUD H Badaruddin Kasim ini diperkirakan membutuhkan biaya yang cukup besar yaitu sekitar Rp240 miliar, jadi tidak heran apabila nantinya Rumah Sakit kebanggaan masyarakat Tabalong ini diperkirakan bisa menggantikan RSUD H Badaruddin Tanjung yang ada saat ini sudah tidak layak lagi menampung pasien.

Melihat hal tersebut Bupati Tabalong mewanti-wanti kepada seluruh pihak untuk bekerja dengan serius dan sebaik-baiknya agar pembangunan rumah sakit ini tidak mengalami hambatan lagi,
“Maka apabila ada pihak-pihak yang mencoba menghalang-halangi pembangunan rumah sakit ini bisa dikatakan tidak manusiawi,” ujar orang nomor satu di Kabupaten Tabalong ini dihadapan para tamu undangan yang hadir hari itu.

Salah seorang warga Kabupaten Tabalong Abd Rohman, memengungkapkan harapannya kepada KP untuk pemerintah, agar bekerja serius dalam melakukan percepatan penyelesaian pembangungan Rumah Sakit Umum Daerah H Badaruddin Kasim Tanjung tersebut, sebab saat bukan hanya warga yang berasal dari Kabupaten Tabalong yang mengeluhkan kondisi Rumah Sakit Umum Daerah H Badaruddin Tanjung sekarang, namun warga daerah sekitar juga yang berobat mengeluhkan ketidak layakan rumah sakit tersebut.

“Kami tentu akan merasa bangga jika, daerah Kabupaten Tabalong dapat memiliki RSUD yang refresntatif yang dapat menampung banyak pasien dan layak, sehingga ini juga tentunya akan menjadi kebanggaan warga daerah sekitar juga, dan tentunya akan memudahkan kita jika ada yang harus dirujuk ke RS,” demikian harap warga ini. (ros/hms)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua