• Hari ini : Minggu, 19 Agustus 2018

Direktur CV Triadyaksa Dilaporkan ke Polda Penipuan Rp 1,4 M

Banjarmasin, KP – Waspada kasus mafia tanah urug, dan tak sedikit korbannya yang telah melapor Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Dit Reskrimum Polda Kalsel).

Dan Kamis (9/8) sore kembali ada yang melapor.

Semua dugaan penipuan dilakukan Direktur CV Triadyaksa Eny Sulistiawati (39).

Dan laporan atas kasus itu disampaikan Anton (80) warga Banjarbaru didampingi pengacaranya, Adi Susanto SH serta rekannya Aloysius Fakriyanto tergabung di Law Firm Adi Susanto SH  berkantor pusat di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Ternyata laporan kita ini yang ke 9, ada beberapa korban sebelumnya, dan mungkin masih ada lainnya,’’ kata Adi Susanto, kepada wartawan, usai melaporkan itu.

Ketika itu pula, korban didampingi menantu A Suharyanti serta Endriyanto dan berharap kasusnya itu diproses secara hukum.

Disebut lagi, Direktur CV Triadyaksa, Eny Sulistiawati melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan kepada mereka.

Sedangkan modusnya proyek pengadaan tanah urug di Lingkar Selatan Banjarmasin.

Dan uang senilai Rp1,4 miliar yang diinvestasikan korban kepada terlapor  tersebut, lenyap.

Bukti laporan tertuang  dalam Surat tanda terima laporan polisi Nomor: STTLP/69/VIII/2018/SPKT.

Pada bagian lain Adi, jalur hukum terpaksa ditempuh lantaran tidak ada itikad baik dari terlapor untuk mengembalikan uang investasi milik korban.

Bahkan, upaya persuasif dengan pertemuan dan mediasi, hanya berujung janji-janji terlapor akan mengembalikan uang.

Namun kenyataannya, hingga batas waktu yang disepakati pada 31 Mei 2018 tidak juga ada pengembalian hak korban yang telah menggelontorkan dana bernilai cukup besar tersebut.

“Kita butuh usaha keras dan berulang-ulang menunggu momentum tepat untuk dapat bertemu pelaku yang sulit dihubungi.

Bahkan susahnya ditemui lantaran bertempat tinggal di Komplek Lanud Sjamsudin Noor.

Hingga difasilitasi Denpom TNI Angkatan Udara untuk bisa bertemu,’’ jelas Adi

Belakangan pelapor sendiri mendapat informasi di luaran jika dia bukan satu-satunya korban penipuan yang diduga dilakukan terlapor.

Banyak korbannya yang berasal dari Jakarta, Surabaya dan dari Kalsel sendiri dengan latar belakang berprofesi militer, swasta hingga anggota Polri dengan kerugian bervariasi sampai mencapai belasan miliar rupiah.

nntuk itu, Adi berharap dengan penyidik melakukan pemeriksaan terhadap terlapor dan jika terdapat alat bukti yang cukup menetapkannya sebagai tersangka untuk kemudian diadili di persidangan.

“Laporan kita ini dengan harapan tidak ada lagi korban-korban berikutnya dari aksi pelaku yang piawai meyakinkan orang agar menginvestasikan uangnya,’’ jelas Adi.

Disebut, perjanjian kerja sama investasi antara pelapor dan terlapor bermula pada pertemuan di bulan Januari 2017.

CV Triadyaksa yang bergerak di bidang kontraktor dan pertambangan saat itu sedang mencari investor penanaman modal proyek pengadaan tanah urug di Lingkar Selatan Banjarmasin dengan nilai profit prosentase yang besar.

Korban yang tidak menaruh curiga setuju menanamkan modal usaha Rp1,4 miliar  dengan penyerahan sebanyak tiga kali.

Pertama pada 21 Januari 2017 sebesar Rp500 juta, 26 Januari 2017 Rp500 juta dan 7 Februari 2017 Rp400 juta.

Janji pelaku bahwa setiap satu kubik tanah dihargai Rp 4.000, sehingga dikalkulasi dalam satu bulan korban menerima Rp 60 juta.

Namun ternyata semua itu hanya mimpi dan setelah dicek ke lokasi proyek telah selesai dilaksanakan PT Wika (Persero) Tbk bukan CV Triadyaksa milik terlapor.

“Padahal korban cukup sabar dan pada kenyatannya dibalas dengan janji-janji, ya kita laporkan,’’ tegas Adi.

Sementara Direktur Reskrimum, Kombes Pol Sofyan Hidayat ketika dikonfirmasi,  kemarin, membenarkan tentang asdanya sejumlah lapooran tersebut yang dilakukan oleh tersangka dari  CV itu.

“Memang ada beberapa laporan dan semua dalam proses.  Ini memang atensi kapolda untuk terus ditindaklajuti,’’ tambahnya.  ( K-2)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua