• Hari ini : Minggu, 27 Mei 2018
  • 28 C

Dirjen SDPPI RI Resmikan 7 BTS di Tabalong

POTONG PITA – Tanda beroperasinya 7 BTS di Kabupaten Tabalong, dilakukan Dirjen SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia Dr Ir Ismail MT bersama Bupati Tabalong Drs H Anang Syakhfiani M.Si, dan Vice President North Region XL Axiata Desy Sari Dewi, dan anggota Komisi I DPR RI H Syaifullah Tamliha.(KP/Rosadi)

Tanjung, KP – Percepat layanan telekomunikasi dan data ke area terpencil, pemerintah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta membangun jaringan telekomunikasi Universal Service Obligatioan (USO), diantaranya dengan diresmikannya 7 titik jaringan telekomunikasi oleh di 7 titik oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Penyelenggara Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia di Desa Purui Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong.

Acara peresmian beroperasinya jaringan telekomunikasi USO, Selasa (23/1) di Desa Purui Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong dilakukan oleh Dirjen SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia Dr Ir Ismail MT bersama Bupati Tabalong Drs H Anang Syakhfiani M.Si, dan Vice President North Region XL Axiata Desy Sari Dewi, juga disaksikan langsung oleh anggota Komisi I DPR RI H Syaifullah Tamliha.

Dalam kesempatan itu, Dirjen SDPPI Dr Ir Ismail MT, menyampaikan apresiasinya kepada pihak XL Axiata. “Kami mengapresiasi XL Axiata yang secara tepat, telah membangun jaringan telekomunikasi dalam proyek USO ini, sehingga masyarakat sekitar bisa memanfaatkan untuk usaha-usha produktif, pembangunan proyek USO merupakan upaya pemerintah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta untuk mempercepat mengadaan layanan telekomunikasi dan data ke area-area terpencil yang selama ini belum terjangkau jaringan seluler,” ujarnya.

“Lebih khusus saya ingin menyampaikan bahwa perkembangan IT ini memang banyak dampak positifnya, namun juga tidak sedikit dampak negatifnya. Maka kita perlu mempersiapkan diri, terutama anak-anak agar bisa menggunakan IT ini dengan hal yang positif,” pesan Ismail.

Senada dengan Dirjen SDPPI Dr Ir Ismail MT, anggota Komisi I DPR RI H Syaifullah Tamliha, yang saat itu menyaksikan langsung kegiatan peresmian beroperasinya jaringan telekomunikasi USO di Desa Purui, mengatakan, sebagai masyarakat hendaknya selalu mensyukuri nikmat yang telah diberikan, “sebagai masyarakat, hendaknya kita selalu bersyukur akan nikmat yang telah diberikan kepada kita, termasuk dengan adanya sarana komunikasi yang semakin baik,”pesannya.

“Cara bersyukur dengan IT ini, kita supaya bisa menggunakannya dengan hal yang positif, sebab dengan IT yang semakin baik, tentu banyak mendatangkan dampak yang tidak hanya berdipat positif, namun juga bayak yang bersifat negatif, misalnya dengan mudahnya mengakses situs-situs porno dan sebagainya, ini tentunya akan berdampak negatif, harus diingat bahwa kita menyediakan layanan telekomunikasi ini ini adalah dengan niat baik dan tujuannya juga adalah baik, misalkan seharian anak kita di kamar tenyata sedang mengakses film Blue Film (BF),” pesan Syaifullah.

Untuk wilayah Kalimantan Selatan, XL Axiata membangun jaringan USO sebanyak tujuh tiitk, yakni di tiga kecamatan, yaitu di Kecamatan Muara Uya, (Desa Binjai, Desa Salikung, Desa Sei Kumap), Kecamatan Bintang Ara (Desa Panaan, Hegar Manah dan Desa Dambung Raya) dan Kecamatan Jaro yaitu di Desa Purui, semua dengan spesipikasi teknis yang sama.

Berdirinya menara merupakan berkat bagi masyarakat Kabupaten Tabalong karena sejak puluhan tahun hubungan telekomunikasi di 7 Desa ini sangat buruk, sehingga potensi desa tersebut tidak pernah terangkat, ini diperparah lagi dengan infrastruktur yang sangat buruk. Bahkan kami tela menganggarkan lewat APBD kabupaten tetapi kami tidak berani melaksanakannya sebab ke 7 desa ini berada di wilayah hutan, kami juga telah mencoba menghadap Dirjen untuk memohon enclave dan pinjam pakai tapi prosesnya belum selesai, namun kami berharap tahun 2018 ini ijinnya bisa keluar.

Kepada XL Axiata, selama ini XL dikenal untuk wilayah perkotaan, menurut hemat kami dengan diresmikannya 7 BTS hari ini merupakan momentum bagi XL, untuk masuk dan tumbuh berkemang di pedesaan, tetnu kata tidak puas sampai disini, sebab 7 BTS yang dibangun ini hanya cukup untuk hubungan telpon, kita membutuhkan pada saatnya nanti bisa berkembang menjadi 3G atau 4G, untuk itu Pemkab Tabalong akan terus memberikan dukungan kepada kementerian maupun XL Axiata, ingin mengembangkan atau meningkatkan kavasitas BTS-nya di Kabupaten Tabalong.

“Masih ada harapan dari masyarakat Kabupaten Tabalong untuk pengembangan 15 BTS lagi, jika 15 Base Transceiver Station (BTS) itu bisa dibangun, maka tuntaslah sudah urusan telekomunikasi ini di Kabupaten Tabalong. Tentu ada pertimbangan bagi pihak kementerian untuk melakukan pembangunan BTS di Kabupaten Tabalong, yang pertama Kabupaten Tabalong ini terletak di perbatasan 3 provinsi yakni Kaltim, Kelsel dan Kalteng. Kedua masalah ketertinggalan ekonomi masyarakat.

Menanggapi hal itu, Vice President North Region XL Axiata Desy Sari Dewi, berjanji akan berusaha mengusulkan permohonan Pemkab Tabalong kepada PT XL di tingkat pusat, sehingga harapan Pemkab dibangunnya 15 BTS lagi bis terwujud. (ros/K-6)

 

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua